Jakarta- Matcha, salah satu teh paling populer dari Jepang, memiliki warna hijau yang menjadi ciri khasnya.
Namun, warna hijau ini juga mencerminkan tingkatan kualitas matcha yang berbeda, yang memiliki tujuan penggunaan khusus.
Tingkatan tersebut memengaruhi bagaimana matcha digunakan, baik dalam minuman maupun olahan makanan. Berikut adalah tiga tingkatan matcha dan penggunaannya.
1. Culinary Matcha
Culinary matcha memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat dibandingkan tingkatan lainnya.
Jenis ini sangat cocok digunakan untuk memasak dan memanggang, seperti dalam pembuatan kue, pastry, atau es krim.
Karena rasanya yang tetap terasa meski dicampur dengan bahan lain, culinary matcha sering digunakan untuk makanan seperti mille crepes dan berbagai kue berbasis matcha.
Selain itu, warna hijau pekatnya memberikan tampilan cantik pada sajian. Meski sering digunakan untuk membuat latte, jenis ini sebenarnya lebih cocok untuk makanan karena rasanya yang terlalu pahit jika dicampur dengan minuman.
2. Premium Matcha (Latte Grade)
Premium matcha, atau latte grade, dirancang khusus untuk minuman seperti matcha latte, frappe, atau campuran dalam kopi.
Tekstur dan rasa matcha ini lebih lembut dan seimbang, sehingga tidak mendominasi bahan lain dalam minuman.
Barista menyukai matcha premium karena partikel halusnya mudah larut dalam cairan seperti air atau susu, menjadikannya pilihan utama untuk minuman di berbagai kafe.
Rasa matchanya cukup terasa tanpa menjadi terlalu pahit, memberikan keseimbangan yang ideal.
3. Ceremonial Matcha
Ceremonial matcha adalah tingkatan tertinggi dengan kualitas premium. Matcha ini dihasilkan dari daun teh muda hasil panen pertama yang minim paparan matahari, sehingga kandungan klorofilnya sangat tinggi.
Hal ini memberikan warna hijau pekat, partikel sangat halus, dan rasa manis alami.
Matcha ini biasanya dikonsumsi murni, tanpa campuran, untuk menghormati cita rasa aslinya.
Ceremonial matcha juga memiliki nilai sejarah, karena telah digunakan dalam upacara tradisional Jepang selama berabad-abad.
Harganya yang mahal mencerminkan proses produksi yang rumit dan kualitas yang istimewa.
Memahami perbedaan ini dapat membantu memilih matcha yang sesuai dengan kebutuhan, baik untuk kuliner, minuman, maupun pengalaman teh murni.(Red/detik)











