Satujuang- Sebanyak 46 anak mengikuti Khitanan massal yang diselenggarakan oleh PTPLN Indonesia Power UBP Bengkulu Unit PLTA TES Lebong.
Kegiatan diselenggarakan di Puskesmas Tes, Kecamatan Lebong Selatan, dengan donatur dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Annur PTPLN Indonesia Power UBP Bengkulu.
“Kami ucapkan terima kasih atas support dari Pemda Lebong dalam hal ini Dinas Kesehatan, melalui Puskesmas Tes yang bersedia menjadi layanan Khitan yang diikuti 46 anak yang ekonomi orang tuanya kurang mampu,” ujar Asisten Manajer keuangan dan umum PTPLN UBP Bengkulu, Pirwan.
Lanjutnya, bahwa teknis pendaftaranpun dilaksanakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Annur yang datang ke desa dan kelurahan untuk mencari info keluarga yang kurang mampu, Puskesmas hanya sebagai layanan khitannya.
Dia menyebut, dana zakat terkumpul dari iuran pegawai PLN UBP Bengkulu dan merupakan program ke dua yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, di mana yang pertama dilaksanakan di Kecamatan Hujan Mas, Kabupaten Kepahiang.
“Dana Zakat ini kami salurkan melalui program khitanan massal, dengan tetap memperhatikan delapan (8) asnab yang berhak menerima, dan tidak melenceng dari aturan yang ada,” imbuh Pirwan.
Dia juga mengharapkan, agar dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, instansi lain baik pemda ataupun BUMD yang ada disekitar Lebong juga bisa menyelenggarakan kegiatan serupa melalui zakat dari pegawai-pegawainya.
Ditempat yang sama, Hambali, selaku Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, menyambut baik dan mengapreasiasi kegiatan khitan massal tersebut.
“Bentuk apresiasi kami selaku Pemda Lebong melalui Dinas Kesehatan dengan memberikan santunan untuk setiap anak yang dikhitan sebesar Rp.50rb per anak,” ungkap Hambali.
Sementara itu kepala Puskesmas Tes, Apriyani, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut sangat bagus apalagi untuk warga yang kurang mampu.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak PLN karena sudah menjadikan puskesmas di bawah kepemimpinan saya dipercaya sebagai pemberi layanan khitan gratis tersebut, apalagi itu untuk keluarga yang kurang mampu” tutup Ariyani. (Fiky)






