Semarang – Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu didampingi Dandim Honi Havana dan Kapolrestabes Semarang meninjau Perumahan Dinar Indah yang dilanda banjir bandang pada Jumat sore lalu.
Banjir yang melanda Perumahan Dinar Indah di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang itu disebabkan jebolnya tanggul yang tak kuat menahan derasnya air sungai akibat hujan deras di wilayah Ungaran.
Dampak jebolnya Kali Babon merendam wilayah RT 06 RW 26 Perumahan Dinar Indah, sebanyak 44 rumah terendam banjir dengan ketinggian air 2,5 meter dan 37 KK diungsikan.
Pasi Intel Kodim 0733 Kota Semarang Mayor Inf Arief Rahman HW dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, tak berselang lama adanya informasi tersebut pihaknya segera menuju lokasi kejadian.
“Dengan sigap TNI Koramil 12 Tembalang menerjunkan 30 anggota bersama Polri dan BPBD Kota Semarang melakukan evakuasi warga terdampak banjir,” ujar Arif dikutip Sabtu (8/1/23).
Menjelang petang, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau langsung lokasi banjir didampingi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar.
Adapun yang lebih dulu berada dilokasi yaitu Dandim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Honi Havana sedang memimpin anggotanya mengevakuasi warga terdampak.
Keterangan Dandim 0733 Kota Semarang saat berada di lokasi bersama Kapolrestabes Semarang mengatakan, banjir yang melanda perumahan Dinar Indah relatif cepat surutnya.
Dikatakanya lagi, sekitar pukul 15.30 WIB tanggul yang jebol membuat wilayah terdekat sungai ketinggian air mencapai 2,5 meter dan menjelang Maghrib air berangsur surut.
Peristiwa tersebut menimbulkan satu korban meninggal akibat tanah longsor yang menimpa rumah miliknya.
Korban yang bernama Agung (50) warga Jl. Pendet Selatan RT 09 RW 11 Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Semarang terjebak di dalam kamarnya.
Korban terjebak karena dinding kamar jebol oleh longsoran tanah berlumpur dan korban tertimbun lumpur.
Evakuasi korban dilakukan Danramil 05 Banyumanik, Mayor Inf Susanto bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dibantu warga dan BPBD Kota Semarang.
Di lokasi banjir Dinar Indah Meteseh Tembalang, tim SAR Brimob yang dipimpin AKP Eko Bambang bersama Tim Siaga Bencana Koramil 12 Tembalang dipimpin Danramil Kapten Inf Czi Agus Pujiatno mengevakuasi warga ke tempat aman.
Kecepatan laporan masyarakat membuat tim Sarda, BPBD dan SAR Brimob serta Aparat Siaga Bencana Koramil 12 Tembalang bersama Bhabinkamtibmas bisa langsung bertindak.
“Evakuasi terutama pada anak-anak dan perempuan. Debit air cukup deras dan tinggi genangan mencapai 2,5 meter, namun air tidak bertahan lama sekitar satu jam sudah surut tinggal 20 sentimeter,” beber Honi.
Di tempat sama, Plt. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, saat ini penanganan difokuskan dengan mengevakuasi warga terdampak banjir ke tempat yang aman.
Selain itu, Pihaknya juga akan berupaya membantu membersihkan lokasi banjir bersama unsur lainnya pada Sabtu esok.
Diterangkan pula bahwa daerah ini merupakan sebuah cekungan yang dapat menerima banjir kiriman sehingga akan mudah meluap ke rumah penduduk sekitar.
“Masyarakat juga enggan direlokasi karena disitu merupakan perumahan. Yang terdampak ada satu RT, 37 KK dan 147 jiwa,” jelas Mbak Ita, panggilan akrab Plt Wali Kota Semarang.
Selain di Dinar Indah, air juga menggenangi wilayah di perumahan Sendang Mulyo ada 150 dan di Rowosari ada 300 yang terdampak namun tak begitu besar.
“Kami akan berkoordinasi dengan BBWS, karena sungai ini juga di bawah BBWS sehingga penanganannya bersama-sama dengan PU Kota Semarang,” imbuhnya.
Untuk korban terdampak banjir, menurutnya akan direlokasi sementara di gedung Diklat Ketileng sehingga diharapkan akan mendapat tempat yang layak.
Adapaun untuk makanan serta kebutuhan lainnya akan ditanggung Pemkot Semarang.
Ditambahkan mbak Ita, untuk perumahan Sendang Mulyo dan Rowosari yang terkena dampak ringan telah dikirimkan bantuan berupa makanan untuk malam ini.
Selain itu dijelaskan mbak Ita, ada bantuan dari Kementrian Sosial berupa selimut, makanan siap saji serta bahan-bahan yang lain.
Bantuan dari kementrian sosial tersebut digunakan untuk membantu penanganan banjir di perumahan Dinar Indah Meteseh.
“Matur nuwun, kepada pak Dandim dan Kapolrestabes Semarang beserta jajarannya yang telah langsung mengevakuasi warga,” tutup Plt. Wali Kota Semarang. (red/hdi).






