Satujuang, Batang – Untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya 2 anak balita di Pantai Sigandu, Batang, Polres Batang melaksanakan proses autopsi pada Rabu malam (30/7/25) di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang, Jawa Tengah.
Autopsi tersebut di lakukan oleh tim Scientific Crime Investigation dari Biddokkes Polda Jawa Tengah, dimulai pukul 20.36 WIB dan selesai pada 22.05 WIB.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Batang, AKP Imam Muhtadi, menjelaskan bahwa autopsi di perlukan karena di temukan indikasi kematian yang tidak wajar. Dua jenazah balita yang sebelumnya sudah di pulangkan ke rumah duka, kembali di evakuasi untuk keperluan pemeriksaan medis pasca-kematian (post-mortem).
“Autopsi di lakukan untuk mengetahui penyebab dan mekanisme kematian korban. Prosesnya di lakukan oleh tim Biddokkes Polda Jateng. Hasil resminya akan kami terima sekitar satu minggu ke depan,” jelas AKP Imam.
Penyidik juga tengah mendalami kasus tersebut melalui pemeriksaan sejumlah saksi. Polisi telah meminta keterangan dari ayah dan ibu korban, yang belakangan di ketahui bernama VG.
“Untuk sementara, dugaan mengarah pada percobaan bunuh diri yang di lakukan oleh ibu kandung korban dengan membawa serta kedua anaknya,” tambah Imam.
Berdasarkan informasi yang di peroleh dari pihak kepolisian, insiden tragis ini terjadi pada Rabu dini hari. VG membawa kedua anaknya ke Pantai Sigandu sekitar pukul 05.00 WIB. Anak bungsunya, Hana Hasinah (3), digendong di sisi kiri, sementara sang kakak, Hafiza Zahra (5), di gandeng dengan tangan kanan.
VG di duga sengaja berjalan ke tengah laut melawan ombak sambil membawa kedua anaknya, meski anak-anak itu sempat berusaha melepaskan diri. Ketiganya akhirnya terhempas ombak dan terpisah.
Hingga saat ini, status hukum VG belum di tetapkan. Polisi menyatakan masih menunggu hasil autopsi dan juga melibatkan psikiater untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap VG. (Hera)






