Satujuang, Bengkulu- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Zulasmi Octarina, menegaskan Bengkulu harus aktif mengawal kebijakan pusat agar tidak tertinggal dalam alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulasmi usai ikut menghadiri pertemuan dan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Jumat (12/12) kemarin.
Zulasmi menekankan bahwa Bengkulu harus aktif memperjuangkan DAK pendidikan karena dana tersebut diperebutkan semua daerah.
“Kalau kita pasif, Bengkulu bisa kalah cepat,” tegasnya, Selasa (16/12/25).
Menurutnya, kebutuhan peningkatan sarana pendidikan menengah di Bengkulu masih cukup besar, meliputi pembangunan sekolah baru dan perbaikan fasilitas yang sudah ada.
Oleh karena itu, kehadiran DPRD di tingkat kementerian menjadi strategi untuk memperjuangkan porsi anggaran yang proporsional bagi Bengkulu.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mengawal usulan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 12 Kaur sebagai salah satu prioritas.
“Pembangunan sekolah baru di Kabupaten Kaur dinilai mendesak karena wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan menengah atas,” paparnya.
Selain itu, pembahasan juga mencakup program revitalisasi sekolah melalui DAK fisik untuk Bengkulu.
Zulasmi menambahkan, sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Bengkulu telah mengajukan proposal perbaikan sarana prasarana yang akan diseleksi serta diverifikasi kementerian.
“Keputusan akhir memang di pusat, tapi daerah harus aktif mengawal, kita ingin Bengkulu mendapat porsi yang adil sesuai kondisi dan kebutuhan riil,” jelasnya.
Zulasmi menegaskan Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu akan terus memantau proses tersebut hingga penetapan anggaran APBN, sebagai bagian fungsi pengawasan legislatif di sektor pendidikan.
“Pendidikan ini fondasi, kalau kita lengah di tahap kebijakan, dampaknya panjang ke kualitas sumber daya manusia Bengkulu,” pungkasnya. (Adv/Red)







