Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rekor Tertinggi di Mei 2024

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang- Pada Mei 2024, utang luar negeri Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 1,8 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai total US$ 407,3 miliar atau sekitar Rp 6.627 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.188 per dolar AS.

Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan utang sektor publik, termasuk pemerintah, bank sentral, dan sektor swasta.

Utang luar negeri pemerintah mencatatkan kenaikan menjadi US$ 191 miliar, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 189 miliar.

Utang ini merupakan bagian dari instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama didukung oleh investasi asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) baik di pasar internasional maupun domestik.

Sementara itu, utang luar negeri swasta mencapai US$ 197,6 miliar, menunjukkan minat yang kuat dari sektor swasta dalam memanfaatkan penurunan suku bunga global.

Analis dari Bank Permata, Josua Pardede, menyatakan bahwa peningkatan utang pemerintah terutama didorong oleh kepemilikan asing terhadap SBN, dengan prospek masuknya kembali investor asing ke pasar SBN di masa mendatang.

Bank Indonesia juga melaporkan peningkatan utang luar negeri sebesar US$ 18,7 miliar, terutama terkait dengan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mendapat dukungan dari underlying asset berupa SBN dengan tenor panjang.

Hal ini memungkinkan BI untuk mengendalikan stabilitas Rupiah dan menjaga cadangan devisa Indonesia.

Secara keseluruhan, utang luar negeri Indonesia didominasi oleh mata uang dolar Amerika, dengan kontribusi signifikan dari Singapura, Amerika Serikat, dan China sebagai negara pemberi pinjaman utama.

Dengan adanya peningkatan investasi di SBN, diharapkan BI dapat melaksanakan exit strategy secara perlahan dengan mengurangi frekuensi lelang SRBI, menjaga stabilitas rupiah dalam proses transisi ini.(Red/tempo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *