Unjuk Rasa Mahasiswa dan Pelajar di Jakarta Berujung Bentrok dengan Polisi

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta — Sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, setelah massa buruh yang sebelumnya berunjuk rasa membubarkan diri, Kamis (28/8/25).

Mereka datang mengenakan jas almamater dan membawa atribut sebagai bentuk protes terhadap kinerja legislatif yang dinilai mengecewakan, termasuk keberatan atas tunjangan perumahan anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak siang itu memanas pada sekitar pukul 15.30 WIB ketika sejumlah peserta mulai bersitegang dengan petugas kepolisian.

Untuk mengendalikan kerumunan, polisi menembakkan gas air mata sehingga massa bergerak ke arah Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya depan Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

“Sebelumnya demo soal tunjangan DPR, cuma sudah mulai rusuh,” ujar salah seorang mahasiswa yang memilih menjauh saat kericuhan meningkat.

Sekitar pukul 15.40 WIB, massa semakin memadati area sekitar GBK dan beberapa mobil komando terlihat memasuki Jalan Gerbang Pemuda.

Seorang orator yang berdiri di atas mobil komando meminta ruang untuk evakuasi medis, menandakan ada kebutuhan bantuan bagi peserta yang terdampak.

Pada 15.50 WIB, rombongan bergerak menuju Jalan Gatot Subroto namun dihadang barisan polisi yang berjaga di persimpangan.

Sisa-sisa gas air mata masih terasa di lokasi; beberapa demonstran melancarkan perlawanan dengan menembakkan kembang api dan menggunakan bambu panjang, bahkan terdapat laporan lemparan batu terhadap petugas.

Petugas akhirnya mengambil langkah penertiban pada pukul 15.58 WIB dengan pengerahan water cannon dan personel berpakaian lengkap anti-huru-hara untuk mendorong mundur massa.

Pengembangan situasi dan pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun penyelenggara aksi belum diterima pada saat laporan ini disusun. (AHK)