Satujuang, Karimun– PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera, perusahaan di bawah naungan Tridaya Grup, memperluas lini bisnis dengan menggarap pertambangan pasir darat di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Tambang pasir darat seluas 49,7 hektare itu berlokasi di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat. Adapun total luasan lahan konsesi mencapai 108 hektare.
Direktur PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera, Rayandi Siahaan, mengatakan perusahaan telah mengantongi sejumlah perizinan awal, mulai dari PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dari Dinas Pekerjaan Umum bidang tata ruang, rekomendasi dari Dinas Pertanian, hingga persetujuan ATR/BPN Kabupaten Karimun.
Saat ini, izin lanjutan tengah diproses di Pemerintah Provinsi Kepri.
“Dari sisi regulasi, tambang kita ini adalah SIPB, bukan IUP. Jadi tahapannya hanya di tingkat kabupaten dan provinsi,” ujar Rayandi dalam konsultasi publik di Kantor Kelurahan Sawang, Rabu (27/8/25).
Dalam forum tersebut, pihak perusahaan menyerap aspirasi masyarakat sekitar kawasan tambang.
Warga menyoroti kontribusi perusahaan melalui dana CSR, sektor pendidikan, hingga dampak lingkungan.
“Kami menyambut baik kehadiran perusahaan ini. Namun, kami berharap ada kontribusi nyata bagi masyarakat, tanpa mengabaikan aspek lingkungan hidup sesuai regulasi,” kata Yusufian, Camat Kundur Barat.
Hal senada disampaikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kundur Barat, Hengky Fransiscus Munte.
Ia menilai investasi tambang pasir darat berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menambah PAD daerah.
“Niatan baik investor harus kita sambut. Tapi, semua tetap harus sesuai regulasi agar terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Hengky.
Komisaris Tridaya Grup, Edy S. Purba, menegaskan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti masukan warga.
Salah satunya dengan memprioritaskan CSR di bidang pendidikan.
“Konsentrasi kami adalah peningkatan ekonomi berkelanjutan. Aspirasi warga agar CSR dialokasikan untuk pendidikan strata satu (S1) sangat bagus, karena itu akan berdampak pada peningkatan SDM dan perekonomian,” ujarnya.
Kegiatan konsultasi publik ini juga dihadiri Kapolsek Kundur Barat, Danramil 03, Danpos AL, UPT Dishub, lurah, tokoh masyarakat, serta organisasi petani dan nelayan. (esp)
