Sujono: Kopi Harganya Cukup Meledak, Tapi Sawit, Sayuran?

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Bengkulu – Petani kopi di provinsi Bengkulu saat ini sedang sumringah cerah melihat harga kopi yang cukup meledak.

Sebab, harga kopi saat ini yang sudah tembus 38.000 perkilogram membuat dampak positif yang signifikan bagi petani.

Data Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, harga kopi yang saat ini tembus 38.000 perkilogram sudah terjadi sebelum puasa lalu.

Hanya saja, harga kopi yang meningkat saat ini tidak sebanding dengan harga hasil tani lainya.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sujono mengatakan, meski harga kopi meningkat drastis beberapa bulan ini. Pemerintah daerah juga diminta agar memikirkan peningkatan harga hasil tani lainya.

“Kopi harganya cukup meledak. Tapi sawit, sayuran seperti cabe ataupun lainya jauh dari kata menguntungkan petani. Na, ini kan berarti kesejahteraan petani masih jauh. Maka pemda kita harapkan cepat mengambil cara untuk menaiki harga harga tani lainya,” Ujar Sujono, Minggu (25/6/23).

Sujono juga menambahkan, pemerintah juga diperlukan memberikan bantuan pupuk ataupun bibit untuk petani selama harga tani yang masih belum stabil.

“Seperti sayuran, misalnya pupuknya sekarung 30 ribu-50 ribu harganya, pas panen petani jual hasil taninya seperti sayuran sehargà 20 ribu. Na ini kan malah rugi. Maka itu pemda juga diharapkan bisa la memberikan bantuan bantuan pupuk selama harga masih belum stabil,” tutup sujono. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *