Satujuang, Bengkulu- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu membantah kabar penangkapan yang disebut dilakukan di pintu tol Bengkulu-Taba Penanjung pada Rabu (18/3) lalu.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Bengkulu Alexander Samuel Soeki menegaskan pihaknya tidak melakukan operasi penangkapan atau pengamanan terhadap diduga anggota DPRD sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat.
“Ya, mohon maaf, BNNP tidak ada kegiatan atau mengamankan penyalahguna narkoba seperti yang beredar,” ujar Alexander melalui pesan singkat WhatsApp dikutip dari Rakjat.com, Minggu (22/3/26).
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Ichsan Nur juga telah memberikan pernyataan serupa.
Ichsan memastikan bahwa baik jajaran Polda maupun Polres tidak melakukan penindakan terkait isu pesta narkoba yang menyeret nama anggota legislatif tersebut.
Meskipun dalam foto yang beredar luas di masyarakat terlihat beberapa aparat kepolisian di lokasi kejadian, Ichsan menekankan secara institusional tidak ada laporan penangkapan.
“Itu tidak ada. Jajaran Polda Bengkulu maupun Polres tidak ada melakukan penangkapan,” jelas Ichsan pada Minggu (22/3) pagi, menambahkan bahwa penanganan kasus narkoba juga bisa dilakukan oleh instansi penegak hukum lain.
Isu ini mencuat setelah beredar foto yang diduga merupakan aksi penangkapan di pintu Tol Bengkulu–Taba Penanjung.
Informasi yang berkembang mengklaim bahwa oknum anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) III diamankan oleh aparat gabungan pada Rabu (18/3) sore.
Dengan adanya bantahan resmi dari dua instansi penegak hukum utama Polda Bengkulu dan BNNP Bengkulu, maka isu mengenai pengamanan oknum wakil rakyat tersebut dipastikan tidak terkonfirmasi di otoritas berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, asal-usul foto dan spekulasi yang sempat memicu pertanyaan publik mengenai transparansi penanganan kasus ini masih menjadi tanda tanya.
Mengingat kedua lembaga terkait telah menyatakan tidak ada kegiatan penindakan tersebut.
Bantahan dari pihak Polda dengan adanya beberapa anggota Kepolisian tertangkap kamera dalam foto yang beredar pun terkesan kontradiktif.
Ditambah lagi, informasi lain menyebut aksi dalam foto yang beredar dilakukan dihadapan orang banyak, yakni di dekat Pos Terpadu Pintu Tol Bengkulu–Taba Penanjung.
Sejumlah pertanyaan menyeruak di tengah publik, apakah tidak ada laporan ke kantor soal kapan, bagaimana dan aksi apa yang ada di dalam gambar yang beredar tersebut? (Red)















polda,bnnp bantah..
jadi hansip yg tangkap ..kasar mainnya.pertaruhkan jabatan utk org tak berguna ini..