Saat Ramadan Masjid Pekojan Semarang Masak 6 Ribu Porsi Bubur India

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Semarang – Bubur India masih menjadi menu kuliner khas buka puasa di Masjid Pekojan Kota Semarang selama bulan Ramadan 2023.

Tradisi tersebut sudah berjalan ratusan tahun semenjak masjid tersebut dibangun oleh masyarakat muslim keturunan Gujarat yang bermukim di Semarang.

Setiap bulan Ramadan, takmir Masjid Pekojan selalu membuat bubur India di samping masjid.

Ada dua orang yang rutin memasak. Salah satunya adalah Pak Ahmad (50).

Sekali masak ia menghabiskan 20 kilogram beras yang setelah matang dibagi – bagi menjadi 200 porsi.

Maka selama bulan Ramadan, total ada 6.000 porsi bubur India yang dibuat.

Menurut Ahmad, tradisi bubur India ini meneruskan apa yang sejak dulu dilakukan warga di Pekojan selama bulan Ramadan.

Mereka tidak pernah berganti menu. Kalau pun ada tambahan adalah lauk pauk yang merupakan sumbangan dari donatur.

“Dulu kan yang berdakwah orang – orang Gujarat yang keturunan India. Lalu mereka membangun masjid di sini, salah satu kebiasaannya makan bubur rempah yang kemudian orang menyebutnya bubur India,” jelas Ahmad.

Ahmadmenceritakan, bahan utama bubur India ini adalah beras.

Kemudian ditambah bumbu seperti bawang putih, bawang merah, rempah – rempah seperti laos, serai, kapulaga, kayumanis, daun salam dan ditambah daun pandan agar wangi.

Campuran lainnya adalah potongan wortel dan daun bawang sebagai sayur. Semua bumbu tersebut direbus dalam panci tembaga besar berisi air hingga mendidih dengan bahan bakar kayu kemudian berasnya dimasukkan.

Nah, proses selanjutnya cukup lama. Pembuat harus terus mengaduk agar buburnya tidak gosong.

Setelah hampir matang, dimasukkan santan kelapa dan terus diaduk selama dua jam sampai matang dan jadi bubur India.

Ciri khas bubur ini adalah aroma rempahnya yang kuat. Kalau sudah matang dan kentalnya pas, didiamkan dulu selama setengah jam agar menjadi hangat.

“Nanti membaginya, kalau masyarakat sekitar pada datang bawa tempat sendiri seperti mangkuk, rantang, dan lain – lain. Kalau pas buka puasa untuk siapapun yang datang ke masjid,” jelasnya.

Banyak musafir yang datang ke sini selain untuk sholat juga ingin merasakan nikmatnya bubur India yang jarang ditemui. (red/hdi)