Polres Kepahiang Jadi Lokasi Pemeriksaan, Diduga Terkait OTT KPK

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Kepahiang- Kapolres Kepahiang Yuriko Fernanda membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan di lingkungan Polres Kepahiang pada Senin (9/3/26), yang diduga terkait operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Rejang Lebong.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Kepahiang.

Kapolres Yuriko menjelaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi lokasi untuk kegiatan pemeriksaan tersebut.

“Ya ada pemeriksaan. Menggunakan lokasi Polres Kepahiang saja,” ujar Kapolres Yuriko.

Ia menegaskan bahwa fasilitas di Polres Kepahiang hanya dipinjam sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

“Tempat kita hanya dipinjam untuk lokasi saja,” kata Yuriko.

Kapolres mengaku tidak mengetahui detail pemeriksaan, termasuk jumlah orang atau pihak yang terlibat.

Kegiatan pemeriksaan itu berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Pihaknya menyarankan untuk menunggu keterangan resmi dari pihak yang melakukan pemeriksaan terkait informasi lebih lanjut.

“Kalau soal detailnya nanti pasti ada rilisnya,” ujar Kapolres.

Sebelumnya, sejumlah kendaraan dinas terlihat keluar dari area Mapolres Kepahiang pada malam hari, memicu spekulasi tentang kegiatan pemeriksaan tersebut.

Sementara itu, di Polresta Bengkulu saat ini juga sudah diramaikan oleh puluhan wartawan yang menanti kejelasan informasi terkait kabar OTT KPK ini.

Karena informasi terbaru menyebut pihak KPK bersama sejumlah oknum yang di OTT sekarang diamankan di Mapolresta Bengkulu.

Wartawan juga sempat mendadak riuh karena 2 mobil yang diduga berhubungan dengan pihak yang diamankan masuk ke halaman Mapolresta Bengkulu.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, tim KPK disinyalir telah mengamankan beberapa individu untuk pemeriksaan intensif.

Informasi yang dihimpun menunjukkan operasi bermula dari diamankannya seorang kontraktor berinisial J.

Kontraktor J diamankan bersama salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Tim KPK juga dikabarkan turut mengamankan salah satu pejabat tinggi daerah tersebut.

Pejabat tinggi itu diamankan bersama seorang kerabat dekatnya di sebuah hunian pribadi di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai pasal yang disangkakan atau total kerugian negara maupun nilai suap yang terlibat.

Kabar OTT ini telah menyebar luas di media sosial dan menjadi sorotan para jurnalis.

Di kabupaten Rejang Lebong pun sudah ramai beredar video penyegelan oleh KPK terhadap rumah diduga salah seorang pejabat daerah setempat.

Gambar penyegelan kantor petinggi daerah juga sudah beredar luas.

Hingga saat ini para jurnalis masih memadati Mapolresta Bengkulu untuk mencari informasi lebih lanjut.

Kondisi Mapolresta Bengkulu juga menunjukkan hal yang ganjil, pagar yang biasanya terbuka sekarang dalam posisi tertutup rapat.

Namun sayangnya, pihak KPK maupun Polresta Bengkulu masih menutup rapat informasi detail terkait perkara ini. (Red/BT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *