Oleh-Oleh Cerita Saat Menghadiri Peringatan HPN 2022 di Kendal

Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan dan orasi pada puncak peringatan HPN 2022 di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kedal, Jawa Tengah, Sabtu (19/2/2022).

Kendal – Ketua Forum Wartawan Lokal Jateng (FWLJ), Hadi Wibowo, membagikan oleh-oleh berupa cerita saat dirinya mengikuti acara Puncak peringatan HPN 2022 dan HUT PWI ke-76 kepada awak media ini, Selasa (22/2/22)

Acara yang di selenggarakan oleh PWI Jateng di Kabupaten Kendal tersebut, ditutup Orasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kendal pada Sabtu (19/2/22) lalu.

Hadi yang juga sebagai Korwil satujuang.com Jawa Tengah ini menceritakan, Ganjar dalam orasinya sempat menyoroti kasus Wadas Kabupaten Purworejo.

Dikatakan Ganjar, tugas wartawan semakin hari semakin berat, dan sampai saat ini Ia belum pernah membaca pemberitaan terkait persoalan Wadas secara detail.

Ganjar juga berkata, lanjut Hadi, tugas teman-teman jurnalis makin berat.

“Berat betul, karena netizen jurnalism berada di sebelahnya dan bersaing dengan ketat,” ujar Ganjar.

“Maka sebagai sumber informasi, wartawan dituntut untuk mengetahui segala sesuatunya lebih dalam, lebih dalam dan lebih dalam lagi,” tutur Ganjar dengan gaya khasnya penuh semangat.

Baca Juga :  Rela Kerja Awal Demi Selesainya Jalan TMMD Kebutuhjurang

Lebih lanjut Ganjar menyebut, kasus Desa Wadas Purworejo ini menjadi yang terbaru dan begitu besar, hingga ramai menjadi perbincangan publik dan hampir semua media menyoroti kasus Wadas.

“Hampir semua media menyoroti disana, mau cetak kek, mau online kek, dan tentu saja dari seluruh penjuru tanah air akhirnya semua ikut memandang kondisi Wadas itu,” tutur Ganjar.

“Namun sampai sekarang saya belum pernah melihat media mengungkap secara detail persoalan Wadas. Saya belum nemu,” tegas Ganjar.

Hadi menceritakan saat itu Ganjar juga merendahkan hatinya dengan mengatakan, mungkin dirinya yang kurang membaca terkait pemberitaan kasus Wadas.

“Atau memang kasus Wadas dianggap kurang menarik untuk menjadi sebuah pemberitaan,” kata Hadi mengutip orasi ganjar.

“Kurang menarik dibandingkan berita banyak aktifis dan warga yang diamankan kemarin atau seberapa besar keras tarik ulur yang terjadi secara visual yang kelihatan itu, yaaa, menceritakan kejadian yang tidak enak,” beber Ganjar saat orasi.

Baca Juga :  Jelang Libur Nataru, Kapolres Probolinggo Tinjau Terminal dan Stasiun

Dalam hal tersebut Ganjar sepakat dan mengajak audien kembali mengingat sebuah judul lagu kasidah yang sempat hit di era tahun 90 an yang di populerkan oleh Kasidah Modern Nasidari.

Lagu tersebut berjudul “Wartawan Ratu Dunia” dengan penggalan liriknya, “Bila wartawan memuji, dunia ikut memuji, bila wartawan mencaci, dunia ikut membenci”.

Hadi juga menceritakan, Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS juga memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Amir menyampaikan rasa terima kasihnya kepada beberapa pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam peningkatan sumber daya dan kapasitas wartawan melalui uji kompetensi wartawan (UKW).

Peningkatan kapasitas wartawan bukan hanya tugas PWI saja. Namun pemerintah dan BUMN mempunyai peran penting dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik setiap individu wartawan.

“Tidak dipungkiri, lima kali penyelenggaraan UKW telah dibantu oleh Pemrov Jateng. Ini menunjukkan betapa Gubernur Jawa Tengah, peduli dengan peningkatan kapasitas kewartawanan,” jelas Amir.

Baca Juga :  Tinjau Pelabuhan Benoa, Kapolri Minta Prokes Hingga Karantina PPLN Diperketat

Karena tanpa adanya peningkatan sumber daya dan kompetensi wartawan tidak mungkin wartawan dapat melaksanakan kritik sosial sesuai jalurnya.

Dalam keterbukaan informasi, Amir menyebut Provinsi Jawa Tengah selalu berada di tingkat teratas dibandingkan daerah lain.

“Oleh sebab itu, kami ingin memberikan penghargaan, khususnya dalam peningkatan sumber daya wartawan, terutama wartawan anggota PWI Jawa Tengah,” tandas Amir.

Oleh sebab itu, Amir berharap, dengan adanya peningkatan sumber daya serta kompetensi wartawan yang terus dilakukan dapat meningkatkan eksistensi wartawan dan mendapat pengakuan dari masyarakat.

Amir mengingatkan, bilamana seorang wartawan bersikap raja, dimana akan menempatkan mahkota dalam kesehariannya.

Amir pun selalu mengingatkan tiga Matra sebagai pedoman anggota PWI Jawa Tengah, yaitu kemartabatan, profesionalitas dan eksistensi.

“Kemartabatan, profesionalitas dan eksistensi adalah merupakan mahkota wartawan. Maka harus menjadi pegangan wartawan dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Hadi mengutip kata Amir Machmud. (red)