Meningkatkan Kesejahteraan Petani, DKPP Kabupaten Blitar Manfaatkan Dana Cukai 2025

Satujuang, Blitar – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Petani Tembakau memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025.

Anggaran DBHCHT yang diterima DKPP memang diarahkan khusus untuk kebutuhan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, hal ini disampaikan Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP kabupaten Blitar Lukas Suprayitno saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/6/25).

“Dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menetapkan bahwa prioritas utama penggunaan DBHCHT adalah untuk mendukung dan mensejahterakan petani tembakau, bahkan dalam PMK terbaru juga mencakup petani cengkeh,” kata Lukas pada awak media.

Lebih lanjut Lukas mengatakan, untuk Bidang Sarana Perkebunan ada bimbingan teknis tembakau meliputi dari persemaian, budidaya sampai pasca panen.

“Kalau benih kita sudah produksi tahun kemarin jadi untuk tahun ini kita bagikan gratis karena benihnya sudah bersertifikat itu dari 5 varietas yang sudah dilepas varietas lokal Blitar ada mancung, kalituri, Kenanga sedap dan Lula,” jelasnya.

Menurut Lukas, selain penyediaan benih, DBHCHT juga digunakan untuk kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepada petani, terutama terkait persemaian agar mereka bisa menyemai sendiri sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kenapa ini penting, karena para petani sering kesulitan mencari bibit saat musim tanam. Selain itu, kami juga terus berupaya agar tembakau lokal bisa diakui dan memiliki sertifikat,” jlentrehnya.

Ia berharap, adanya kegiatan rutin Pendampingan pasca panen juga menjadi perhatian, mengingat setiap varietas tembakau memiliki penanganan pasca panen yang berbeda, dan harus disesuaikan dengan permintaan pasar.

Terakhir, Lukas mengimbau kepada petani tembakau jangan lagi kalau sudah punya benih yang bersertifikat nantinya nyemai ternyata tidak mampu.

“Jadi kita siapkan penyemainya juga nanti minimal untuk varietas lokal kita tidak perlu lagi cari-cari yang jauh, nanti bisa ke Selopuro, Talun dan Soso Gandusari,” pungkasnya. (Herlina/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *