Satujuang- Hari Tanpa Bayangan, atau Hari Kulminasi Utama, adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di atas kepala pengamat, sehingga bayangan benda tegak akan “menghilang.”
Di Jakarta, fenomena ini akan terjadi pada 8 Oktober 2024, dengan waktu kulminasi sebagai berikut:
– Jakarta Pusat: 11:40:10 WIB
– Kepulauan Seribu: 11:41:19 WIB
– Jakarta Utara: 11:39:49 WIB
– Jakarta Selatan: 11:40:17 WIB
– Jakarta Barat: 11:40:32 WIB
– Jakarta Timur: 11:39:40 WIB
Fenomena ini disebabkan oleh posisi Matahari yang bergerak sepanjang tahun antara 23,5° LU hingga 23,5° LS.
Untuk menyaksikannya, pengamat disarankan menyiapkan benda tegak, seperti tongkat, dan meletakkannya di permukaan rata yang terpapar sinar Matahari.
Amati bayangan pada waktu yang telah ditentukan, dan dokumentasikan momen ketika bayangan menghilang.
Jika cuaca berawan, fenomena ini masih dapat dilihat lima menit sebelum atau setelah waktu yang dijadwalkan.
Fenomena Astronomi Lainnya di Oktober 2024
1. Gerhana Matahari Cincin (2 Oktober)
Melintasi Samudra Pasifik dan bagian selatan Chili serta Argentina, Bulan akan bergerak di depan Matahari, tidak sepenuhnya menutupi cakram Matahari.
2. Hujan Meteor Draconid (6-10 Oktober)
Puncaknya terjadi sekitar 8 Oktober. Hujan meteor ini berasal dari meteoroid yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
3. Bulan Purnama Hunter (17 Oktober)
Bulan Purnama ini akan tampak lebih besar dan jingga saat terbit. Ini juga merupakan salah satu dari empat Supermoon tahun 2024.
4. Hujan Meteor Orionid (21-22 Oktober)
Aktif antara 26 September hingga 22 November, dengan puncaknya pada 20-21 Oktober. Pengamatan tidak ideal karena Bulan akan cukup terang.
Semua fenomena ini menawarkan peluang menarik untuk pengamatan langit, terutama Hari Tanpa Bayangan di Jakarta.(Red/detik)






