Jakarta- Dabbah adalah makhluk misterius yang disebutkan dalam hadis sebagai salah satu tanda akhir zaman.
Dabbah diyakini akan muncul di akhir zaman, membawa tugas khusus dari Allah SWT untuk memperingatkan manusia dan menandai perbedaan antara orang yang beriman dan yang kafir.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Fitnah Dajjal dan Ya’juj Ma’juj oleh Lilik Agus Saputro, Dabbah digambarkan sebagai makhluk yang berjalan di atas bumi, namun wujud dan sifat aslinya masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.
Beberapa ulama menyebut Dabbah sebagai anak unta, ada pula yang menyamakan dengan Al-Jassasah, makhluk berbulu putih yang juga merupakan pertanda kiamat.
Namun, pendapat ini kurang diterima karena perbedaan karakteristik. Ada juga yang menyebut Dabbah sebagai ular penjaga Ka’bah, dan bahkan sebagai bakteri yang bisa menyebabkan kerusakan bagi manusia.
Meski pendapat-pendapat ini beragam, ulama sepakat bahwa Dabbah bukan makhluk biasa dan memiliki tugas khusus pada akhir zaman.
Dabbah disebut memiliki ciri khas yang luar biasa. Beberapa riwayat menyebutkan Dabbah mampu berbicara dengan bahasa manusia, memiliki tubuh besar dengan karakteristik campuran dari beberapa hewan, dan fisiknya bisa terlihat dari kejauhan.
Dabbah juga digambarkan sebagai makhluk berukuran sangat besar yang dapat terlihat dari timur hingga barat, memiliki kekuatan fisik yang luar biasa.
Tugas utama Dabbah adalah memberi tanda pada manusia sesuai keimanan mereka. Dabbah akan membawa cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa.
Dengan tongkat, Dabbah akan membuat wajah orang beriman bersinar, sedangkan dengan cincin, ia akan menandai wajah orang kafir sebagai tanda kehinaan.
Tugas ini adalah azab bagi mereka yang tidak beriman sebelum datangnya azab yang lebih besar di akhirat.
Kemunculan Dabbah akan diawali dari Makkah, di masjid besar yang paling mulia, seperti yang diriwayatkan dalam hadis.
Dabbah adalah peringatan Allah bagi umat manusia yang tenggelam dalam kekafiran dan kesesatan.
Kehadirannya menjadi pembeda antara orang beriman dan kafir, menandai bahwa hari akhir semakin dekat. Wallahu a’lam.(Red/detik)






