Pemko BATAM BP BATAM

Bapenda Kota Bengkulu Tertibkan Reklame Tanpa Ijin

Bapenda Kota Bengkulu bersama tim gabungan dari DPMPTSP, dinas perhubungan dan Satpol PP Kota Bengkulu saat melakukan penertiban reklame dan baliho di kawasan Soeprapto.

Bengkulu – Banyaknya reklame atau baliho yang terpasang di kawasan Soeprapto Kota Bengkulu belum memiliki izin dari Pemkot.

Berdasarkan data base dan pantauan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, pemilik beberapa reklame atau baliho yang belum berizin tersebut dipastikan belum membayar pajak.

Terkait hal itu, Bapenda Kota Bengkulu bersama tim gabungan dari DPMPTSP, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Bengkulu melakukan penertiban reklame dan baliho di kawasan Soeprapto, Selasa siang (2/8/22).

Baca Juga :  Sekda Arif : Jangan Main-Main, Susun RKPD Harus Serius

Kepala Bapenda, Eddyson diwakili Kabid pajak daerah Bapenda kota Bengkulu Zainul Arifin turun langsung memimpin tim gabungan dalam melakukan penertiban reklame di sepanjang jalan Jalan Suprapto tersebut.

Zainul menjelaskan, kegiatan yang dilakukan sebagai upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah dan mensosialisasikan kepada pemilik reklame yang belum memiliki izin dan belum membayar pajak.

Upaya tersebut ditandai dengan memasang stiker belum melakukan pembayaran pajak.

Baca Juga :  Poli Kandungan RSUD Sidoarjo Barat Sudah Dilengkapi Alat USG

“Kami dari tim gabungan khususnya dari bapenda Kota Bengkulu bersama DPMPTSP, dishub dan satpol pp melakukan penertiban reklame dalam rangka optimalisasi pajak dan perizinan. Ini berdasarkan hasil rapat bulan Juli kemarin,” jelasnya.

Pihaknya lebih mengedepankan langkah persuasif khususnya kepada wajib pajak yang belum mengurus izin.

“Kami sosialisasi kepada wajib pajak yang sudah terdaftar maupun yang belum terdaftar untuk segera melakukan pendaftaran baik dari sisi perizinan maupun dr sisi wajib pajak reklame,” tambahnya.

Baca Juga :  Kadis Kominfotik NTB : Ayo Berinternet Sehat dan Aman

Zainul melanjutkan, memang ada di sekitar Soeprapto yang dalam beberapa tahun ini berdasarkan pantauan dan data base belum melaksanakan kewajiban mereka.

“Sementara kita secara persuasif dulu untuk segera mendaftar perizinannya. Jadi kita minta segeralah mendaftar dan urus perizinannya, kita akan layani,” pungkas Zainul. (red/danis)