Tanjungpinang – Pernyataan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengenai besaran dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Kepri menuai reaksi yang cukup panas dikalangan legislatif.
Dalam APBD Provinsi Kepri tahun anggaran 2022, dana aspirasi atau dana pokok pikiran ke-45 anggota DPRD Provinsi Kepri mencapai 300 Miliar Rupiah dengan nilai masing-masing sebanyak Rp.6 miliar.
“Dana aspirasi yang jumlahnya hampir Rp 300 miliar itu bukan jumlah yang kecil. Kalau itu bisa dioptimalkan, tentu kita tidak perlu meminjam-minjam uang kan untuk melakukan pembangunan,” ujar Ansar Ahmad usai sidang paripurna penyampaian jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi DPRD Provinsi Kepri tentang Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah, Selasa (24/5/22).
Ia meminta dukungan kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Kepri, agar juga dapat mendukung terwujudnya program-program di RPJMD tahun 2021 -2025, dengan menjalankan dana aspirasinya untuk menyukseskan RPJMD Kepri 2021 – 2026.
“Dana aspirasi dewan itu tentunya mesti connect ke situ (RPJMD),” tutur Gubernur.
Menanggapi pernyataan orang nomor satu di Kepri itu, Anggota DPRD Provinsi dari Partai HANURA, Bakti Lubis, bersuara. Ia mengatakan jika Ansar Ahmad tengah panik.
“Pernyataan saudara Gubernur soal anggaran POKIR DPRD itu membuat kita semakin prihatin, sehingga, tentu kita anggap itu suatu kepanikan dan ketidakmampuan Gubernur dalam mengelola keuangan provinsi,” ucapnya Bakti Lubis, Kamis (26/5/22).
Lebih lanjut dijelaskan Bakti, Pengalokasian Dana POKIR menurutnya sudah terencana dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan bentuknya tidak tunai, melainkan program yang dilaksanakan oleh OPD terkait.
“Kalau masalah POKIR DPRD itu semua juga direncanakan dan dikerjakan oleh OPD. Kita di DPRD hanya mengajukan dan semuanya sesuai dengan sistem,” sebutnya.
Kata Bakti, saat ini Gubernur Ansar justru tidak taat dengan RPJM yang dibuat sendiri, di mana seharusnya prioritas adalah Perbaikan Ekonomi dan Pendidikan.
“Malah memaksakan diri untuk membangun infrastruktur yang sebagiannya justru terkesan belum jadi kebutuhan mendesak,” ungkapnya.
Ketua DPD HANURA Kepri ini mengajak seluruh masyarakat kepulauan Riau agar mendoakan Gubernur agar selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya.
“Kita doakan Gubernur Ansar Ahmad agar Sehat jiwa dan Raganya, dan tidak jadi pelupa akan janji-janji Kampanyenya yang disusun dalam RPJMD. Apalagi saat ini mungkin dia sedang kelelahan karena bekerja “sendiri”, dan merangkul wakilnya agar bersama-sama bekerja membangun Kepri,” ujarnya. (Esp)











