Kota Bengkulu, Satujuang.com – Rentetan kekerasan di tempat hiburan malam jalan S Parman Kota Bengkulu semakin panjang setelah terungkapnya kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswi di lokasi tersebut.
Kasus dugaan pengeroyokan ini menimpa korban Nurul Hudawasih (25), seorang mahasiswi asal Kelurahan Singaran Pati yang terjadi Selasa (19/5) dini hari lalu.
Insiden bermula saat korban didatangi oleh terlapor berinisial VL bersama rekannya hingga memicu cekcok mulut hebat di dalam area hiburan malam.
Suasana kafe yang memanas berujung pada aksi kekerasan fisik secara membabi buta terhadap korban di tengah kerumunan pengunjung hiburan malam.
Korban mengaku rambutnya dijambak dan kepala bagian belakang dipukul berkali-kali hingga mengakibatkan benjolan besar akibat hantaman benda tumpul dari terlapor.
Tidak sampai di situ, korban juga dibanting ke lantai lalu kembali dianiaya secara bersama-sama sebelum akhirnya dilerai oleh pihak keamanan kafe.
Akibat luka-luka yang dideritanya, korban resmi melaporkan kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan ini ke pihak Satreskrim Polresta Bengkulu guna diproses hukum.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat melalui Kasi Humas IPTU Endang Sudrajat membenarkan adanya laporan resmi mengenai penganiayaan mahasiswi tersebut.
“Laporan pengeroyokan di Cafe Black Rock sudah ditindaklanjuti. Personel Reskrim telah menerima laporan dan melakukan olah TKP,” ujar IPTU Endang, Kamis (21/5/26) kemarin.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif guna mengumpulkan bukti-bukti penguat atas insiden kekerasan beruntun itu.
Kejadian ini semakin memperkuat sorotan publik terkait lemahnya pengawasan serta penegakan standar prosedur keamanan di dalam tempat hiburan malam tersebut. (Red)











