Batam, Satujuang.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi mentransformasi program bantuan pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah melalui perluasan cakupan penerima menjadi tiga kategori utama.
Tiga kategori tersebut meliputi Beasiswa Berprestasi (jalur SNBP), Beasiswa Tidak Mampu (jalur SNBT), serta Beasiswa Hinterland yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi mitra.
Program strategis ini disosialisasikan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, di Crown Vista Hotel Batam, Selasa (19/5/26).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan transformasi ini merupakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menggeser fokus pembangunan dari infrastruktur fisik ke penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Alokasi anggaran besar untuk pendidikan bukanlah persoalan, selama mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan,” ujar Amsakar di hadapan ratusan peserta.
Sebelumnya, berdasarkan Perwako Nomor 56 Tahun 2023, beasiswa hanya menyasar mahasiswa jalur SNBP.
Namun, evaluasi menunjukkan skema lama kurang tepat sasaran karena mayoritas penerima berasal dari keluarga mampu.
Lewat skema baru ini, negara hadir menciptakan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat pesisir (hinterland) dan keluarga kurang mampu menggunakan payung hukum regulasi terbaru.
Aturan tersebut tertuang dalam Perwako Nomor 6 Tahun 2026 untuk jalur Prestasi dan Kurang Mampu, serta Perwako Nomor 5 Tahun 2026 yang khusus mengatur tata cara kuota Beasiswa Hinterland.
Ditambah Keputusan Wali Kota Nomor 202 dan 203 Tahun 2026 guna merinci rincian program studi, biaya bantuan operasional kuliah, serta daftar perguruan tinggi mitra yang ditunjuk.
Khusus untuk klaster Beasiswa Hinterland, Pemko Batam menggandeng tiga kampus besar yang disesuaikan dengan kebutuhan industri galangan kapal serta potensi lokal sektor perikanan Kepulauan Riau.
Ketiga kampus mitra tersebut adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam (Polibatam), serta Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
Dalam momentum itu, Amsakar juga membakar semangat para pelajar dengan menceritakan kisah masa lalunya yang penuh keterbatasan saat menempuh jalur pendidikan tinggi di Universitas Riau.
“Fasilitas sekarang sudah jauh lebih baik. Jangan mudah mengeluh. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan status sosial dan memenangkan persaingan global,” tekannya memotivasi.
Sebagai informasi, agenda sosialisasi ini diikuti total 477 peserta yang terdiri dari perwakilan siswa kawasan hinterland (Galang, Bulang, Belakang Padang), serta kepala sekolah tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Batam. (NIP)











