Dapur Gizi SPPG Sukorejo 2 Kota Blitar Bermasalah: Sanitasi Buruk, Bahayakan Lingkungan & Gizi?

Satujuang, Blitar-Dapur Gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 di Blitar terancam ditutup karena dugaan buruknya sanitasi dan ketidakpatuhan regulasi kesehatan lingkungan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Meskipun ada dugaan pelanggaran serius, SPPG tersebut hingga kini masih beroperasi tanpa IPAL yang teridentifikasi.

Endang Purwono, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring secara berkala.

“Kami memiliki beberapa catatan bersama tim, SPPG Sukorejo 2 ini IPAL-nya tidak teridentifikasi, jika setelah kami ingatkan tidak ada pembenahan, sanksinya jelas, ditutup dan tidak boleh beroperasi lagi,” jelas Endang, Senin (19/1/26).

Lokasi dapur SPPG yang berada di sekitar sungai berlimbah dan hanya berjarak sekitar 6 meter dari areal rel kereta api milik PJKA, memperkuat alasan perhatian serius terhadap pengelolaan fasilitas tersebut.

Endang menandaskan bahwa monitoring Dinas Kesehatan mencakup aspek kesehatan lingkungan dan nilai nutrisi lembaran menu yang disajikan kepada masyarakat.

Endang menambahkan bahwa SPPG Sukorejo 2 telah menjadi catatan khusus Dinas Kesehatan dan teguran keras terkait sanitasi sudah diberikan sebulan lalu.

“Jika tidak ada pembangunan IPAL sesuai ketentuan dalam batas waktu yang ditentukan, ancaman penutupan menjadi nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Heru Eko Pramono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), menjelaskan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan tidak berkaitan langsung dengan keberadaan IPAL.

“Kalau soal diterbitkannya SLHS, itu tidak ada kaitannya dengan IPAL,” jelas Heru.

Jito Baskoro, Kepala Satuan Tugas SPPG Kecamatan Sukorejo, menyatakan koordinasi akan segera dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Tunggu hasilnya ya, sekarang kami akan koordinasi dengan kepala kelurahan, nanti hasilnya akan kami hubungi,” jelas Jito.

Hingga berita ini dirilis, pihak pengelola SPPG Sukorejo 2 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tidak adanya IPAL dan risiko penutupan. (Herlina)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *