Pekerja Pabrik Minyak Kelapa Sawit di Cilegon Tewas Terperangkap di Tangki Metanol

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Cilegon – Seorang pekerja pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di kawasan Ciwandan, Cilegon, tewas setelah terperangkap di dalam tangki yang berisi metanol pada Minggu (10/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Insiden ini terjadi saat pegawai perusahaan melakukan pemindahan sisa metanol secara manual dari tangki nomor 30 ke tangki 29.

Menurut Rahmatullah, Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, pemindahan dilakukan karena tersisa zat di salah satu tangki yang tidak dapat diisap hingga habis.

“Selang pemindah tidak mencapai dasar tangki, sehingga korban masuk ke dalam untuk memastikan posisi selang,” ujar Rahmatullah saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2025).

Setelah memasuki tangki, korban dilaporkan tidak mampu keluar dan pingsan.

Dugaan sementara, korban mengalami kehilangan kesadaran akibat terpapar uap metanol yang pekat. Rekan-rekan kerja yang mencoba menolong juga terkena paparan sehingga tidak mampu melakukan evakuasi mandiri.

Perusahaan kemudian melapor ke petugas pemadam kebakaran Kota Cilegon.

Petugas Damkar menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB dan proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas Damkar Cilegon, Aldi Tri Tauchid, menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi pingsan saat dievakuasi dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pihak berwenang setempat, termasuk instansi ketenagakerjaan, tengah melakukan koordinasi untuk mengetahui penyebab pasti serta memeriksa prosedur keselamatan kerja yang diterapkan di lokasi.

Dugaan sementara menunjukkan kegagalan prosedur atau perlindungan pekerja pabrik saat menangani bahan berbahaya menjadi faktor yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Keluarga korban dan saksi dari pekerja lain belum memberikan keterangan resmi kepada publik.

Pemeriksaan lanjutan dan laporan resmi dari pihak perusahaan serta hasil investigasi instansi terkait diharapkan dapat menjelaskan kronologi lengkap kejadian ini. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *