Proyek Bendungan Danawarih Senilai Miliaran Rupiah Digarap Pakai Cara Jadul

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang, Tegal – Proyek pembangunan Bendungan Danawarih yang merupakan bagian dari program nasional dengan nilai anggaran mencapai Rp65 miliar menuai sorotan masyarakat.

Pasalnya, metode pengerjaan proyek Bendungan Danawarih tersebut masih menggunakan cara jadul (jaman dulu) atau manual dengan tenaga manusia, khususnya dalam proses pengecoran beton.

Sejumlah warga mempertanyakan apakah penggunaan metode manual dapat menjamin kualitas konstruksi sekelas proyek nasional.

“Dengan nilai proyek sebesar itu, seharusnya pengerjaan menggunakan peralatan modern agar hasilnya maksimal dan tahan lama,” ujar warga setempat, Rabu (16/7/25).

Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana proyek, Taufik, saat di hubungi awak media menyampaikan bahwa penggunaan metode manual sudah mengacu pada arahan dan komposisi teknis dari pihak konsultan.

“Sekalipun menggunakan cara manual, komposisi material dan metode pelaksanaan tetap sesuai petunjuk konsultan. Tidak asal-asalan,” tegas Taufik.

Ia juga menambahkan bahwa metode manual bukan berarti mengabaikan kualitas.

“Tenaga kerja lokal yang kami libatkan telah di bekali pelatihan dan pengawasan ketat selama proses pekerjaan berlangsung,” tambahnya.

Bendung Danawarih sendiri di rencanakan akan menjadi infrastruktur vital untuk mendukung sistem irigasi dan ketahanan air di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya.

Meski demikian, masyarakat berharap pengawasan dari instansi terkait lebih ditingkatkan agar hasil proyek sesuai harapan dan dapat di gunakan dalam jangka panjang tanpa kendala. (Hera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *