Bupati Tegal Lantik Dewan Kesenian dan Kebudayaan: Budaya adalah Pondasi Generasi Muda

Satujuang, Slawi – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, secara resmi melantik pengurus Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal untuk masa bakti 2025–2028.

Prosesi pelantikan yang berlangsung pada Sabtu (31/5/25) di Gedung Rakyat Slawi ini berjalan khidmat dan di hadiri berbagai tokoh penting.

Acara tersebut turut di hadiri Kepala Disporapar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kapolsek Slawi, serta sejumlah seniman dan tokoh budaya dari Kabupaten Tegal.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Junaidi, menyatakan komitmennya untuk memajukan sektor seni dan budaya sebagai pilar pembangunan daerah.

Menurutnya, Kabupaten Tegal memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari seni tradisional seperti wayang dan tari, hingga seni kontemporer yang berkembang di kalangan generasi muda.

“Kesenian dan kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi juga menjadi jiwa pembangunan yang dapat menyatukan masyarakat. Dewan Kesenian akan menjadi mitra aktif bagi seluruh pelaku seni, baik tradisional maupun modern,” ujar Junaidi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas seni, dan masyarakat, guna membangun ekosistem kesenian yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah, Ki Haryo Entus Susmono, menyoroti keberadaan regulasi daerah yang sudah mendukung kemajuan kebudayaan di Kabupaten Tegal.

Ia menyebut program unggulan “Desa Bangga Budaya” sebagai salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal.

“Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas budaya. Desa Bangga Budaya juga menjadi upaya strategis dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang kebudayaan,” jelasnya.

Bupati Ischak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pelantikan ini menjadi titik awal penguatan budaya lokal dan pelestarian nilai-nilai leluhur.

Ia juga mengungkapkan bahwa lima desa telah dipilih untuk menerima dana stimulan masing-masing sebesar Rp100 juta dalam mendukung program Desa Bangga Budaya.

Kelima desa tersebut yakni:

1. Desa Bumijawa: Pengembangan wisata religi Bumi Walimayakerti

2. Desa Kapunduhan: Desa wisata berbasis sinema

3. Desa Balamoa: Festival Jinten dan Gamelan Maulid

4. Desa Pagongan: Revitalisasi situs Datuk Kahfi

5. Desa Balapulang Wetan: Pelestarian olahraga tradisional Sampyong

Menurut Ischak, membangun identitas budaya yang kokoh merupakan tameng generasi muda dalam menghadapi arus globalisasi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem, regulasi, dan kesadaran kolektif dalam menjaga dan mengembangkan budaya Tegal. (Hera)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *