Satujuang- Jakarta kembali masuk dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia, Senin (14/10/24).
Berdasarkan data dari IQAir, pada pukul 11.00 WIB, Jakarta menempati peringkat ke-7, mengungguli Karachi di Pakistan dan Dhaka di Bangladesh. Skor Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 167, yang dikategorikan sebagai udara tidak sehat.
Polusi udara di Jakarta didominasi oleh partikel halus PM 2.5, dengan konsentrasi 15,8 kali lebih tinggi dari ambang batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM 2.5 adalah partikel berukuran sangat kecil, hanya 2,5 mikron atau kurang, yang berbahaya karena dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Selain Jakarta, kualitas udara yang buruk juga tercatat di Beijing, Tiongkok, yang menduduki peringkat ke-5 dengan skor AQI 177.
Tingginya kadar PM 2.5 di kota-kota ini menyebabkan udara terlihat berkabut dan jarak pandang berkurang.
Menurut Departemen Kesehatan New York, paparan jangka pendek PM 2.5 bisa memicu masalah kesehatan seperti iritasi mata, hidung, tenggorokan, batuk, bersin, pilek, dan sesak napas.
IQAir merekomendasikan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker dan menutup jendela di dalam ruangan untuk mencegah masuknya udara kotor.(Red/kumparan)






