Terkait Isu Moderasi Konten Telegram, Pavel Durov Ditangkap di Paris

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang- Pavel Durov, pendiri dan CEO Telegram, ditangkap di bandara Le Bourget di Paris saat tiba dengan jet pribadi dari Azerbaijan.

Penangkapan ini adalah bagian dari penyelidikan polisi Prancis terhadap Telegram, yang diduga gagal memoderasi konten secara memadai, Sabtu (24/8/24) malam.

Otoritas Prancis khawatir bahwa ketidakmampuan Telegram dalam moderasi konten dapat memicu peningkatan aksi kriminal di platform tersebut.

Telegram, yang berpusat di Dubai dan didirikan oleh Durov, merupakan salah satu aplikasi pesan utama di dunia, dengan target untuk mencapai satu miliar pengguna pada tahun 2025.

Aplikasi ini telah menjadi sumber informasi penting di Rusia, Ukraina, dan negara-negara bekas Uni Soviet, serta digunakan oleh berbagai pihak, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pemerintah Rusia.

Durov, seorang warga negara Rusia yang meninggalkan Rusia pada 2014 setelah menolak menutup komunitas oposisi di platform VK-nya, belum menghubungi Kedutaan Besar Rusia di Prancis mengenai penangkapannya.

Beberapa pejabat Rusia, termasuk Mikhail Ulyanov, menuduh Prancis bersikap diktator dan mengkritik tindakan tersebut sebagai upaya menuju masyarakat yang lebih totaliter.(Red/kumparan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *