RSKJ Soeprapto Bengkulu: Bukan Menolak, Kontrol Harus Sesuai Jadwal, Kecuali Darurat

Bengkulu – RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu berikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait seringnya pasien lakukan kontrol kesehatan mendahului jadwal.

Penanggung jawab JKN RSKJ Soeprapto, Nurhayati menjelaskan, sebenarnya pasien boleh datang kapan saja melakukan kontrol kesehatan jika ada keluhan.

Namun, terkait terkait persoalan obat, pihak RSKJ tidak bisa sembarang memberikan.

“Kalau yang sudah rutin biasanya kita berikan obat untuk 30 hari, untuk pasien baru kita berikan untuk 2 minggu. Kalau ada keluhan, boleh kapan aja datang, tapi bawa pasien dan obatnya,” terang Nurhayati, Rabu (26/7/23).

Namun, beber Nurhayati, ada saja keluarga atau pasien yang datang ke RSKJ tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan menggunakan berbagai alasan.

Ada yang 7 hari mendahului jadwal dan bahkan ada juga yang datang 10 hari lebih cepat. Hal ini akan berdampak pada claim pihak RSKJ kepada BPJS nantinya.

“Lama-lama kan ada jeda, ada irisan di dalam tagihan, nah itu nggak bisa dibayarkan,” urainya.

Ditambah lagi, kata Nurhayati, obat-obatan di RSKJ Soeprapto merupakan kategori obat yang butuh pengawasan khusus. Karena takut disalahgunakan oleh orang lain.

Meskipun demikian, jelas Nurhayati, pasien juga tidak boleh sampai mengalami putus obat. Pihak RSKJ Soeprapto pun biasanya menjadwalkan pasien datang 2 hari sebelum obat habis.

“Alhamdulillah kemaren waktu kita sosialisasi, pasien dan keluarga responnya sangat baik,” ungkap Nurhayati.

Menutup keterangan, Nurhayati menjelaskan bahwa pasien yang masuk RSKJ selama ini adalah pasien dengan kondisi khusus. Peran keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien.

Ia mengimbau agar keluarga pasien selalu mendukung dan berperan aktif dalam setiap proses penyembuhan pasien. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *