Jangkauan ETLE Terbatas, Balap Liar Makin Marak

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Semarang – Satlantas Polrestabes Kota Semarang lakukan penertiban kepada pembalap liar yang sering meresahkan masyarakat terutama pada malam hari.

Giat rutin penertiban akan dimaksimalkan petugas terutama saat akhir pekan.

Balap liar menjadi salah satu fokus penertiban Satlantas Polrestabes Semarang untuk menciptakan situasi yang aman terutama dimalam hari.

Menurut Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit, beberapa titik di kota Semarang diwaspadai terjadi balap liar pada saat akhir pekan atau malam minggu.

Oleh karena itu, menurutnya tilang manual menjadi salah satu cara menindak mereka yang melanggar aturan lalu lintas yang tidak terpantau kamera ETLE.

“Banyak aduan yang masuk mengenai balap liar dan pengendara yang meresehakan lainnya seperti motor yang brodol tidak sesuai standart keselamatan” katanya, Selasa (10/1/23).

Adapun wilayah yang menjadi daerah paling rawan pelanggaran seperti di Jalan Sriwijaya, Flyover Kalibanteng, Penggaron hingga Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Dari pantauan di lapangan, jalan-jalan itu memiliki kontur yang lurus dan aspal bagus serta penerangan jalan yang bagus sehingga sering digunakan untuk balap liar.

“Ini upaya kami menciptakan ketertiban berlalulintas. selain memaksimalkan E-Tilang juga tilang manual kita optimalkan menindak pelanggar yang di luar kamera pemantau E-Tilang, ” imbuhnya.

Upaya memberantas balap liar oleh Satlantas Poletabes Semarang mendapat dukungan dari Iwan salah seorang warga Pendrikan Kidul Semarang tengah.

Ia merupakan pekerja yang sering pulang malam, mendapati banyak anak muda yang melakukan balap liar di jalan Imam bojol.

Tentu hal itu sangat mengurangi rasa nyaman pengguna jalan lainnya karena takut terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Pemuda dan imam bonjol sering saya temui remaja kumpul-kumpul trus adu kecepatan. Pakai motor besar. Ini kok meresahkan, ” timpanya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menilai langkah tegas Satlantas Polrestabes Kota Semarang untuk menindak pelaku balap liar patut diapresiasi.

Ia juga menyayangkan masih banyak pelaku balap liar di Ibukota Jawa Tengah ini yang biasa melakukan aksinya dimalam hari di jalan-jalan protokol.

“Sangat disayangkan emang, padahal semarang punya sirkuit mijen yang dapat digunakan aman dari ancaman kecelakaan dengan pengendara motor lain.” katanya.

Dirinya juga berpendapat bahwa petugas satlantas yang turun di titik balapan adalah hal yang bagus agar memberikan rasa nyaman kepada pengendara lain.

Bahkan Supriyadi menyebut bahwa para pelaku balap liar tau titik kamera tilang ETLE sehingga menjauh dari lokasi itu.

Menurut tokoh pemuda di wilayah Semarang Utara itu, langkah satlantas Polrestabes Semarang menggalakan tilang manual juga langkah tepat.

“Ini menjadi jawaban ketika Tilang Elektronik tidak dapat menjangkau semua wilayah Kota Semarang, ” tutupnya. (nt/hdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *