Satujuang, Jakarta- Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mendorong Pemprov mengadopsi sistem penanganan krisis kesehatan tangguh, guna menghadapi bencana serta penyakit yang mengancam daerah.
Langkah ini dianggap strategis untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, terutama dalam mengantisipasi ancaman bencana alam dan situasi darurat kesehatan.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menyatakan bahwa pembelajaran dari daerah lain dengan sistem yang lebih baik dapat diduplikasi.
“Sehingga nantinya juga dapat diterapkan di Provinsi Bengkulu,” ungkap Usin usai melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
Menurut Usin, duplikasi program dan kerja-kerja penanganan bencana serta situasi darurat krisis kesehatan ini penting agar pelayanan di Bengkulu terus meningkat.
“Dengan catatan bukan sekadar ditiru, tapi bagaimana mengadaptasi dan mengkontekstualisasikan praktik terbaik sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada di Bengkulu,” kata Usin.
Usin memaparkan beberapa area prioritas yang dapat segera diadopsi untuk penanggulangan krisis kesehatan.
Ia menjelaskan, “penting membentuk atau memperkuat pos komando (Posko) terpadu yang responsif,” dengan pembagian tugas yang jelas dan rantai komando yang efektif antara dinas kesehatan, BPBD, serta instansi terkait lainnya.
Kemudian, pengelolaan fasilitas dan logistik kesehatan mencakup sistem penyimpanan, pendistribusian, serta pelacakan logistik darurat.
“Misal seperti obat-obatan, alat pelindung diri, dan peralatan medis yang harus siap sedia serta mudah diakses di berbagai titik rawan bencana,” sampai Usin.
Tak kalah pentingnya, perbaikan layanan kesehatan itu sendiri dalam situasi darurat meliputi prosedur evakuasi medis, pelayanan kesehatan, serta integrasi layanan puskesmas dan rumah sakit dalam skema penanganan.
Usin juga menekankan “aspek operasional dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” di mana pola pengelolaan fasilitas kesehatan harus memungkinkan fleksibilitas keuangan dan administrasi untuk percepatan pelayanan dalam krisis kesehatan.
Lebih lanjut, Usin mengatakan pentingnya duplikasi ini juga mengingat secara geografis Bengkulu termasuk wilayah yang rentan terhadap bencana.
“Sementara di sisi kesehatan, daerah kita juga menghadapi tantangan berbagai serangan penyakit di tengah-tengah masyarakat. Sehingga membangun sistem penanganan yang tangguh, menjadi penting,” singkat Usin. (Red/tux)







