Malang Raya – United States Agency for International Development (USAID) and Urban Water Sanitation and Hygiene, Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH Plus) Indonesia, menggelar peluncuran Opsi Teknologi Pengeringan Lumpur untuk daerah Kota Malang dan kabupaten Gresik.
USAID dan IUWASH Plus yang bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian PUPR, meluncurkan opsi ini di Harris Hotel and Convention kota Malang, Rabu (15/12/21)
Chief of Party USAID IUWASH Plus Bill Parente menyampaikan, bahwa penyediaan akses air minum dan sanitasi telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dengan target 100 persen akses air minum layak, termasuk 15 persen akses air minum aman.
“Target ini sejalan dengan tujuan sustainable development goals, khususnya tujuan keenam, yaitu semua penduduk diharapkan sudah memiliki akses air minum dan sanitasi yang aman di tahun 2030,” imbuh Bill Parent.
USAID IUWASH Plus dirancang untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi, serta meningkatkan perilaku higienis penduduk miskin dan rentan di perkotaan.
“Untuk menjawab kebutuhan ini, salah satu sistem pengelolaan air limbah domestik yang dibangun adalah sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (SPALD-T) skala pemukiman,” urai Bill.
Bill mengungkapkan, saat ini Kota Malang telah memiliki 88 unit SPALD-T skala pemukiman yang masing-masing melayani 50 hingga 75 rumah tangga.
Namun, banyak SPALD-T yang tidak memiliki akses jalan masuknya truk penyedot. Tantangan inilah yang mendorong USAID IUWASH Plus bersama PT ITS Techno, Pemkot Malang, dan Pemkab Gresik untuk mengembangkan teknologi stasioner dan mobile.
“Untuk Kota Malang dikembangkan, satu unit mobile dewatering, dua unit stasioner dewatering, dan satu unit revitalisasi dewatering existing untuk daerah yang sulit dijangkau armada truk penyedot tinja,” terang Bill.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Malang Drs. Mulyono, M.Si, mewakili Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan, apresiasi dan terima kasih karena Kota Malang telah dijadikan uji coba sekaligus menjadi prototype untuk program ini.
“Kalau ini berhasil tentu manfaatnya besar sekali dan bisa diaplikasikan, direplikasi di daerah lain. Salah satu yang dipesankan pak wali, mohon sosialisasi dikuatkan sehingga tidak muncul penolakan,” sambung Mulyono.
Dalam kegiatan ini pula, dipilih tiga nama yaitu Sadewa, Nakula, dan Pusaka untuk tiga alat dewatering yang difungsikan untuk pengeringan lumpur di daerah yang sulit dijangkau. (dw surya)






