Sponsor Utama Membawa Keberuntungan Radio Kasihku Agar Tetap Eksis

Oleh : Bela Noviana Putri

Kita ketahui bersama, dunia teknologi dan informasi telah banyak yang beralih dari media lama ke media baru yaitu media digital.

Eitss tapi ada media lama yang sampai sekarang masih eksis loh Yess, betul banget, media radio.

Radio menjadi salah satu media lama yang masih bertahan di tengah guncangan media baru.

Di Brebes Selatan sendiri, terdapat radio lokal yang sekarang ini tetap bertahan dan eksis yaitu Radio Kasihku yang beralamat di Perumahan Palm Indah blok H no.17, Glempang, Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Radio Kasihku didirikan oleh Bapak Abdul Karim Nagib sejak 12 Oktober 1989, saat itu masih menggunakan frekuensi AM 963 KHz.

Kemudian pada tahun 2010 secara resmi Radio Kasihku berpindah dari frekuensi AM ke frekuensi FM dengan gelombang 106.9 FM.

Dalam perjalannya Radio kasihku sudah empat kali berganti pemilik.

Saat ini Radio Kasihku dimiliki oleh Bapak Nur Haqiqi yang berasal dari Ketanggungan Kabupaten Brebes Jawa Tengah dan Bu Lailatul Ainiyah  Prambon dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Selama 33 tahun eksis dan berkembang, Radio Kasihku ini termasuk radio lokal yang legend banget sampai sekarang.

Apa sih yang membuatnya bisa bertahan sampai sekarang

Nah, berdasarkan hasil kunjungan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban pada hari minggu (27/11/22) lalu, didapatlah jawabannya.

Mas Salim selaku Direktur Radio Kasihku mengatakan, radio kalau tidak bekerjasama dengan obat herbal akan kembang kempis.

“Karena obat herbal memberikan sistem bagi keuntungan setiap botolnya yang laku,” ujar Mas Salim.

Ia juga mengungkap, Radio pemerintah pun juga melakukan hal yang sama yaitu bekerjasama dengan obat herbal untuk melakukan penjualan.

“Misal hari ini kamu sudah menjual obat herbal berapa Dihari berikutnya juga seperti itu sehingga radio itu masih bisa eksis sampai sekarang,” jelas Mas Salim.

Kerja sama dengan Obat herbal menjadi strategi kenapa radio bisa eksis sampai sekarang atau lebih tepatnya mensponsori dengan saling memberi keuntungan atau bisa disebut juga simbiosis mutualisme.

Sponsor utama Radio Kasihku adalah obat Herbal Nariyah yang mana para pendengarnya umur 30 tahun keatas sehingga ini menjadi target yang cocok dalam penjualan obat herbal.

Sementara itu, Mba Rosita selaku penyiar dan tim marketing mengatakan, Obat Herbal Nariyah ini terbagi 3 jenis yaitu,

Pertama, Nariyah CA membantu mengobati dan mencegah bertumbuhnya sel-sel kanker dan tumor dalam tubuh.

Seperti kista, asam urat, kolestrol, darah tinggi, kelenjar tyroid, meningkatkan sistem tubuh, menangkal radikal bebas dan anti oksidan.

Kedua, Nariyah Gaster membantu mengobati penyakit maaq akut, fungsi ginjal, hati, sembelit, diare, melancarkan fungsi pencernaan, fungsi kandung empedu, proses penyembuhan penyakit liver dan menyeimbangkan metabolisme tubuh.

Ketiga, Nariyah DM mengobati diabetes melitus, mempertahankan dan memperbaiki fungsi kelenjar pankreas serta mencegah disfungsi supply insulin untuk metabolisme gula dalam darah.

Penjualan herbal Nariyah bukan satuan, melainkan sstem paket.

Paket Herbal Nariyah ini terdiri atas 3 macam, yang terbagi menjadi dua paket.

Pertama paket non-diabetes CA, Gaster yang kedua paket diabetes CA, Gaster, DM.

Nah, dari dua macam paket itu yang lebih banyak dikonsumsi konsumen adalah paket non diabetes yang tidak ada penyakit gula darahnya.

Berbeda dengan daerah pantura, banyak pendengar yang mengidap diabetes sehingga ketiga jenis paket itu terjual.

“Untuk daerah Brebes Selatan, mayoritas mengkonsumsi Herbal Nariyah non-diabetes. Sedangkan daerah Brebes Utara, mendominasi pembelian paket diabetes,” jelas Mba Rosita.

Obat Herbal Nariyah menjadi sponsor utama Radio Kasihku sudah berjalan lebih dari dua tahun.

Kontrak kerjasama akan berjalan lama bergantung pada range penjualan, bila tiba-tiba sepi penjualan maka akan dilakukanlah evaluasi.

“Sementara ini kontrak kerjasama masih berjalan karena banyak peminatnya. Penjualannyapun masih stabil, paling naik turunnya ngga begitu jauh,” imbuhnya.

Melihat hasil penjualan dan sebagai sponsor utama, lanjut Mbak Rosita, owner dari obat herbal Nariyah terus memperpanjang kontrak kerjasama dengan Radio Kasihku.

“Ya mudah-mudahan selalu diperpanjang seperti itu,” kata Mba Rosita

Ketika melakukan siaran, selalu ada iklan atau promosi produk obat Herbal Nariyah yang diselipkan disetiap program baik saat on-air maupun off-air.

Pada saat on-air biasanya 3-4 iklan spot untuk testimony, sedangkan saat program off-air durasinya lebih panjang seperti program dalas (dangdut lawas) dari jam 22:30 – 04:00 WIB.

Iklan obat herbal ini banyak menyajikan iklan spot ad-lips saat ada penyiar (on-air), yaitu sekitar 2-3 iklan ad-lips untuk masing-masing penyiar.

Tujuannya untuk mengingatkan para pendengar agar tetap tertarik pada obat herbal.

Bahkan Radio kasihku sampai membuat kata kunci sapa “Herbal Nariyah” yang harus dijawab “Sehat dan Berkah” oleh para pendengar saat sesi telepon.

“Secara langsung kata kunci sapa seperti ini akan memengaruhi alam bawa sadar mereka,” timpal Mas Salim.

Strategi yang mudah seperti itu menjadikan para pendengar bisa menikmati dengan asik apa lagi dengan lagu-lagu yang diputarnya lebih membangkitkan beraktivitas melakukan pekerjaan.

Di Radio Kasihku ini mengaplikasan teori jarum hipodermik dengan memengaruhi apa yang disampaikan salah satunya dengan telepon kemudian dilanjutkan ke sesi berikutnya basa-basi request lagu dan sebagainya.

Selain melalui telepon, tim radio kasihku juga mengiklankan dengan cara lain seperti iklan testimoni juga di pengaruhi dengan impression pendengar atau pembeli yang udah minum obat Herbal Nariyah dan mencantumkan alamatnya agar mereka bisa percaya dan bisa datang langsung.

Namun, tidak jarang juga penyiar mengiklankan dengan jenis iklan ad-lips kemudian telepon sapa pendengar setia radio Kasihku.

Ada saat di mana segmen telepon on-air siaran, sang pendengar sedang mengeluhkan kesehatannya saat ditanya kabar oleh penyiar.

“Saat itu kita sebagai penyiar bisa masuk. Nah, ya udah, kenapa kalau sakit nggak minum obat Herbal Nariyah aja. Akhirnya kita bisa ajak langsung mereka untuk mengkonsumsi herbal Nariyah,” tutur Mba Rosita.

Cara yang seperti itu membuat radio maupun tim penjualan juga ikut memfollow up beberapa customer yang sudah minum.

Seperti menyakan perkembangan kesehatannya seperti apa setelah mengkonsumsi Obat Herbal Nariyah.

Sehingga nantinya bisa terpantau jelas mana yang sering beli dan tidak beli.

Pemantauan dari promosi Herbal Nariyah mempertahankan para pembeli untuk tetap mengkonsumsi obat Herbal Nariyah saling bekerja sama antara tim penjualan dan tim siaran dengan melakukan promosi saat penyiaran.

Dari banyaknya penjualan obat Herbal Nariyah melalui kerjasama dengan radio Kasihku ini banyak yang sembuh karena melakukan dengan rutin bersamaan dengan follow up dari tim penjualan dan kunjungan oleh driver.

“Jika dipaket pertama belum sembuh, disarankan paket kedua dan seterusnya. Ada yang sudah sembuh tetap membeli, ada yang sudah sembuh terus berhenti konsumsi,” jelas Mba Rosita.

Penerapan penjualan yang dilakukan radio Kasihku ini bukan sekadar menginfokan produk obat herbal yang dijual melainkan saling mengembangkan baik dari radionya sendiri mapun obat herbalnya.

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban