Brebes – Berita miring terkait SMP Negeri 1 Bumiayu Kabupaten Brebes yang memungut sumbangan berlebihan kepada wali murid direspon langsung oleh pihak sekolah.
“Justru kami sangat memudahkan dan memfasilitasi murid yang kurang mampu,” bantah Ina Purnamasari, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bumiayu, Senin (17/10/22).
Sebelumnya, awak media mencoba mewawancarai salah satu orang tua siswa yang menyekolahkan dua anaknya di SMPN 1 Brebes.
“Saya langsung menghadap Kepsek SMPN1 Bumiayu dan menceritakan ekonomi saya sulit. Hasilnya, saya dibebaskan dari sumbangan apapun selama tiga tahun,” ungkapnya.
Cerita itu dibenarkan oleh Ketua Komite SMPN 1 Bumiayu, Imam Wahyudi saat ditemui awak media sedang bersama Kepsek Ina Purnamasari.
“Dari 964 siswa SMPN 1 Bumiayu, 40 persennya mendapatkan keringanan mas, cuma tidak kita publikasikan karena tidak etis,” tandas Imam.
Disinggung mengenai kinerja Kepsek SMPN 1 yang diisukan tidak becus, Imam kembali menegaskan bahwa itu tidak benar.
“SMP N 1 ini malah makin bagus. Bukan hanya murid tidak mampu yang diberi dispensasi tapi guru-guru honorer yang belum diangkat sangat kami perhatikan,” ujar Imam.
Kepsek Ina menambahkan, mungkin masyarakat mengira pihaknya mendapat Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BosDa) seperti kabupaten lain.
“Kami tidak ada (BosDa), makanya saya minta komite untuk membantu gimana caranya agar anak-anak SMPN 1 bisa tetap terfasilitasi dan berprestasi,” jelas Ina.
Hal itu dibenarkan Imam yang mengaku meminta para alumni untuk ikut membantu kegiatan di SMPN 1 Bumiayu.
“Contohnya saat Ulang Tahun SMPN 1 ke 65 lalu. Kalau Kepala Sekolah dan Komitenya tidak bagus, mana mau alumni menyumbang sampai Rp.78 juta,” sergahnya.
Diberitakan sebelumnya, pada hari Sabtu (15/10) lalu, SMPN 1 Bumiayu akan di demo oleh 500 orang yang mengatasnamakan Aliansi Pemerhati Peduli Pendidikan Kabupaten Brebes.
Hal itu tertuang dalam surat tanpa kop yang beredar di masyarakat dan media sosial bahwa akan berdemo di SMPN 1 Bumiayu.
Setelah ditunggu oleh aparat dari Polsek Brebes dan Koramil mulai pukul 09.00 sampai 13.00 tidak ada satupun pendemo yang mendatangi SMPN 1.
“Itu dilakukan oleh orang yang tidak suka dengan kemajuan SMPN 1 Bumiayu. Hoax itu,” pungkas Imam mengakhiri. (red/ags)






