Sinergi Tanpa Batas: Tazkiyatul Dorong Kolaborasi Penuh Wujudkan Visi Misi Kota Tegal

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta – Sinergi Tanpa Batas: Tazkiyatul Muthmainnah, Wakil Wali Kota sekaligus Pejabat Pelaksana Tugas Wali Kota, Dorong Kolaborasi Penuh untuk Wujudkan Visi Misi Kota Tegal Periode 2025-2029.

“Kita harus bersatu padu agar seluruh elemen Pemerintah Kota Tegal dapat mendukung dengan optimal visi misi yang telah ditetapkan untuk lima tahun ke depan,” ujar Tazkiyatul Muthmainnah dalam rapat perdana pasca pelantikan yang di gelar di ruang Adipura, Selasa (25/2/25).

Rapat ini menjadi forum pembahasan strategis yang meliputi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tegal tahun 2026.

Selain para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pertemuan tersebut juga di hadiri oleh Camat, Lurah se-Kota Tegal, serta Direktur BUMD, yang bersama-sama menyatukan komitmen untuk mendorong percepatan pembangunan.

Optimisme pun menyelimuti diskusi tersebut. Tazkiyatul meyakini bahwa dengan fokus dan koordinasi yang serempak, segala target pembangunan dapat tercapai.

Tazkiyatul juga menekankan agar setiap instansi menjalankan proses penyusunan dokumen perencanaan—mulai dari RPJMD, Rencana Strategis (Renstra), RKPD hingga Rencana Kerja (Renja)—sesuai dengan tahapan dan tata cara yang diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan peraturan terkait lainnya.

“Sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita harus menjaga keselarasan antara dokumen perencanaan di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tazkiyatul menginstruksikan agar Pemkot Tegal aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyinkronkan program prioritas serta mengedepankan inovasi dan kreativitas dalam setiap langkah pembangunan.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, menambahkan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah sebelumnya, yaitu RPJMD 2019-2024, telah memberikan landasan yang kuat.

Dengan jeda transisi menuju RPJMD 2025-2030, ia mengajak seluruh pihak untuk segera memulai penyusunan rencana pembangunan dengan mengacu pada delapan program unggulan yang telah di petakan.

Program tersebut meliputi peningkatan kualitas dan kredibilitas Aparatur Sipil Negara, pemberdayaan UMKM, penurunan angka stunting, pengembangan infrastruktur, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan non formal, digitalisasi, kesetaraan gender serta pelaksanaan program keagamaan.

Melalui sinergi dan semangat kolaboratif ini, Pemerintah Kota Tegal bertekad untuk mewujudkan kota yang mandiri, sejahtera, dan menjadi idaman masyarakat.

Ke depan nya, sinergi yang terjalin di harapkan mampu mengantarkan Tegal menuju kemajuan yang lebih signifikan dan berkesinambungan. (Hera)