Proyek Drainase Rp 3,2 Miliar di Kota Bengkulu Memprihatinkan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Proyek drainase senilI Rp3,2 miliar di Padang Serai, Kota Bengkulu, dinilai memprihatinkan karena kualitas yang terlihat buruk.

Pekerjaan oleh CV Indo Karya Agung ini disorot tajam karena drainase yang baru selesai justru menyebabkan genangan air. Genangan ini memicu kekhawatiran warga akan potensi wabah penyakit.

“Kami sangat kecewa dengan hasilnya. Bukannya mengatasi banjir, drainase ini malah membuat air tergenang dan menjadi sarang nyamuk. Air sama sekali tidak mengalir,” jelas salah satu warga Padang Serai dikutip dari Kemuningpos, Rabu (14/1/26).

Warga menyayangkan lemahnya fungsi pengawasan dalam proyek ini, menurut mereka tim pengawas seharusnya memastikan pekerjaan sesuai perencanaan.

“Seharusnya ada pengawasan ketat agar pekerjaan sesuai rencana. Warga kesal karena harapan kami akan lingkungan yang bebas banjir justru berakhir dengan proyek yang dianggap asal jadi,” imbuh warga lain.

Kondisi fisik drainase terlihat adanya air statis, tumpukan sedimen, dan sampah memenuhi saluran berpermukaan kasar.

Kondisi ini mengindikasikan ketidaksesuaian dengan standar teknis Peraturan Menteri PUPR No 12 Tahun 2014 yang mewajibkan kemiringan dasar saluran minimal untuk menjamin air mengalir.

Hingga berita ini belum ada keterangan resmi baik dari pihak CV Indo Karya Agung selaku pelaksana maupun pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu.

Pemerintah daerah diharapkan warga agar segera melakukan audit investigatif terhadap proyek ini sebelum pembayaran penuh atau masa pemeliharaan berakhir.

Warga berharap perbaikan nyata agar uang rakyat senilai miliaran rupiah tidak terbuang percuma dan memberikan manfaat bagi keamanan serta kenyamanan lingkungan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *