Protes Pembangunan Pabrik, Warga Desa Ketanggungan Gelar Aksi Damai

Brebes – Sekelompok pemuda Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes melakukan protes dengan menggelar aksi damai di Jalan Baru Desa Ketanggungan Kabupaten Brebes.

Protes yang dilakukan elemen pemuda tersebut dipicu adanya pembangunan pabrik oleh PT Jiawe yang dianggap tak sesuai dengan mekanisme yang benar, Rabu (13/4/22).

Seperti diketahui, selama ini tidak adanya koordinasi yang baik dengan warga terkait proyek pembangunannya.

Aktifis Jaga Kali (Masjaka) Kabupaten Brebes, Mafudin dalam orasinya menuntut dua hal, yaitu dihentikannya proyek pembangunan pabrik dan yang kedua, menarik peralatan berat yang ada di lokasi proyek.

“Selama belum ada negosiasi dengan PT SBK, hentikan pembangunan pabrik dan tarik alat berat dari lokasi pembangunan,” teriak Mafudin membakar semangat peserta aksi.

Dalam tuntutannya, Mafudin bersama peserta aksi akan menunggu di lokasi pembangunan pabrik hingga ada kesepakatan dengan pelaksana proyek.

Sementara itu di tempat sama, Jamal, mewakili unsur pemuda Ketanggungan menyatakan adanya ketidakharmonisan yang terjadi sejak awal pembangunan pabrik di Desa Ketanggungan.

Menurut Jamal, banyak kejanggalan – kejanggalan yang ditemui di lapangan, salah satunya terkait dengan Amdal.

“Kita di sini (Desa Ketanggungan) tidak mau hanya menjadi penonton. Kita di sini ingin bekerja dan mendapatkan kontribusi pekerjaan yang keluar dari keringat kita,” ucap Jamal.

Jamalpun menyoroti terkait perijinan Amdal yang perlu dikaji ulang.

“Ketika perijinan telah selesai dan pekerjaan ini dimulai, dilibatkannya semua ornamen masyarakat, yaitu, pemuda, ormas, karang taruna harus terlibat aktif dan tidak dikuasai oleh pihak dari luar Ketanggungan,” imbuh Jamal.

Menurut Jamal, pekerjaan proyek pembangunan pabrik di Ketanggungan  tidak mamanfaatkan tenaga kerja lokal, namun diambil dari tenaga kerja di luar Desa Ketanggungan.

Ia meminta kepada PT SBK untuk mengklarifikasi kesepakatan – kesepakatan awal dan mengkaji ulang terkait kesepakatan tersebut dengan pemuda serta tokoh – tokoh Desa Ketanggungan.

Hal ini agar permasalahan menjadi jelas tidak kucing – kucingan sehingga tidak terjadi benturan sesama warga Desa Ketanggungan.

“Kami minta pihak PT SBK segera melakukan klarifikasi dan mengkaji ulang kesepakatan – kesepakatan awal agar tidak terjadi benturan dengan sesama warga Ketanggungan,” tegas Jamal di lokasi proyek pembangunan pabrik. (ags).