Prabowo Akan Tambah Anggaran Program Makan Bergizi Gratis, Segini Jumlahnya 

Jakarta- Presiden Prabowo Subianto berencana meningkatkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas cakupan penerima manfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa alokasi APBN 2025 sebesar Rp 71 triliun cukup untuk menjalankan program secara bertahap selama satu tahun.

Pada tahap pertama (Januari-April 2025), program ini akan menjangkau 3 juta penerima manfaat melalui 937 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tahap kedua (April-Agustus 2025) akan diperluas hingga 6 juta penerima melalui 2.000 SPPG.

Akhir 2025, program ditargetkan mencakup 15 juta hingga 17,5 juta penerima manfaat, atau sekitar 18-21% dari target awal sebanyak 82,9 juta orang.

Usulan Sumber Pendanaan Tambahan

Beberapa pihak mengusulkan berbagai sumber pendanaan untuk mendukung program ini.

Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mengusulkan penggunaan dana zakat untuk memperluas cakupan MBG.

Namun, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menolak usulan tersebut dan menyarankan agar dana diperoleh dari cukai rokok, yang pada 2024 mencapai Rp 150 triliun.

Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menyarankan agar APBD provinsi, kota, dan kabupaten turut dialokasikan.

Selain itu, Ketua PBNU Fahrur menyebutkan dana CSR BUMN dan perusahaan swasta, serta gerakan sedekah nasional, sebagai alternatif sumber pendanaan.

Tanggapan Prabowo dan Baznas

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia tanpa mengandalkan dana zakat.

Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyatakan bahwa penggunaan dana zakat hanya memungkinkan jika program ini ditujukan untuk golongan fakir miskin.

Pentingnya Peran Daerah dan Infrastruktur Lokal

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mendukung usulan pemanfaatan APBD untuk mempercepat implementasi program MBG.

Ia juga mendorong pemerintah daerah menyediakan infrastruktur SPPG, distribusi makanan, dan pembinaan masyarakat untuk memanfaatkan bahan baku lokal.

Dukungan dari pemerintah daerah dinilai penting, terutama untuk membantu kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita.

Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mengurangi angka malnutrisi di Indonesia.(Red/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *