Satujuang, Sumedang – Polres Sumedang mengungkap jaringan spesialis pembobol sekolah yang beroperasi di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Dari penggerebekan tersebut, polisi menahan 5 pelaku utama dan 1 orang diduga penadah.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyatakan pengungkapan ini merupakan buah kerja intensif aparat kepolisian.
“Tim Polres Sumedang berhasil mengungkap sindikat pencurian dengan pemberatan yang menyasar sejumlah sekolah di daerah tersebut,” kata Hendra, Rabu (10/9/25).
Dalam keterangan pers di Mapolres Sumedang, Kapolres AKBP Sandityo Mahardika menyebut identitas lima tersangka pencurian, yakni ART (36), NFS (25), FF (19), BK (27) dan A (24).
1 orang lain berinisial DKW (38) ditangkap sebagai penadah, sementara dua nama lain yang dikenal dengan panggilan Ajo dan Bokep masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Menurut Kapolres, aksi pembobolan terjadi pada 3 September 2025 dan menimpa empat institusi pendidikan: MTsN 1 Sumedang, Yayasan Al-Islam Sumedang, SMK Pembangunan Indonesia Sumedang, dan SMK Pemuda Sumedang.
Para pelaku diduga masuk dengan merusak pintu serta jendela kemudian membawa kabur perangkat elektronik seperti laptop, proyektor, dan komputer menggunakan mobil sewaan jenis Daihatsu Xenia.
Hasil penyidikan menunjukkan barang-barang curian itu dijual ke penadah untuk kemudian dipecah dan diperjualbelikan kembali.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit mobil Daihatsu Xenia, alat pembongkar (linggis, obeng, kunci Y, tang), gembok, tas, serta puluhan perangkat elektronik hasil curian sebagian sudah sempat dipotong/dijual kembali.
Polres Sumedang menyatakan proses penyidikan masih berlanjut, termasuk upaya menangkap dua DPO yang terkait kasus ini dan melacak aliran hasil curian lainnya untuk mengungkap jaringan penjualan barang curian lebih luas. (Ramadhan)
