Perkuat Keamanan Selat Malaka, Bakamla RI Resmikan Mako Terintegrasi di Batam

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Kepulauan Riau – Stabilitas keamanan di jalur pelayaran internasional semakin diperkuat dengan diresmikannya Markas Komando (Mako) Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI untuk Zona Barat, Tengah, dan Timur.

Peresmian yang dipusatkan di Mako Zona Barat, Jembatan IV Setokok, Batam, pada Kamis (23/4/26) ini menandai babak baru pengawasan maritim Indonesia yang lebih modern.

Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah, memimpin langsung prosesi peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Fasilitas strategis ini diharapkan menjadi saraf pusat keamanan laut yang mengintegrasikan berbagai wilayah perbatasan di tanah air.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Mako yang representatif di Batam bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

“Batam berada di titik krusial Selat Malaka dan Selat Singapura. Kehadiran Mako ini adalah jawaban atas kebutuhan pengawasan ketat di jalur pelayaran tersibuk dunia tersebut,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan Bakamla.

Menurutnya, laut yang aman adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang sehat.

Dalam sambutannya, Laksdya TNI Irvansyah menargetkan Pusat Komando dan Pengendali (Puskodal) di seluruh zona dapat beroperasi penuh pada akhir tahun ini sebagai bagian dari National Command Center.

Sebelum peninjauan fasilitas, rangkaian acara diawali dengan aksi lingkungan melalui penanaman pohon dalam rangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).

“Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan militer dan keamanan tetap selaras dengan pelestarian ekosistem,” ucapnya. (NIP).