Peringatan 1 Tahun Museum Topeng Cirebon, Effendi Edo: Ruang Edukasi Bagi Generasi Muda

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Cirebon — Gema gamelan dan gerak tari Topeng Kelana menyelimuti halaman Balai Kota Cirebon saat peringatan 1 tahun berdirinya Museum Topeng Cirebon, Rabu (10/9/25).

Atraksi pembuka itu membuka rangkaian acara yang menegaskan peran museum sebagai pusat pelestarian dan promosi warisan budaya lokal.

Museum Topeng Cirebon kini menyimpan 621 topeng, hasil penambahan hibah 488 koleksi dari Nani Yuniarti Taufik, pemilik Narada Art Gallery.

Koleksi tersebut menambah ragam jenis topeng nusantara yang dipajang di ruang pamer, sekaligus melengkapi koleksi internasional yang menegaskan keterhubungan budaya lokal dengan dunia.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengapresiasi kontribusi Nani dan pihak-pihak lain.

Dalam sambutannya, ia menekankan harapan agar museum menjadi ruang edukasi bagi generasi muda dan sumber inspirasi kreatif bagi pelaku seni.

“Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan artefak; ia adalah wadah pembelajaran yang memperkuat identitas budaya Cirebon,” kata Effendi.

Sebagai bagian dari evaluasi tahun pertama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyatakan bahwa museum telah menerima 7.527 kunjungan sejak dibuka.

Menurutnya, angka tersebut mencerminkan antusiasme publik dan potensi museum sebagai daya tarik pariwisata. Agus menambahkan bahwa peningkatan koleksi diharapkan mendorong lonjakan kunjungan selanjutnya.

Perayaan ulang tahun juga dimanfaatkan untuk menandatangani kerja sama teknis pengembangan kebudayaan dan pariwisata, dengan fokus pada kawasan pelabuhan.

Langkah ini dimaksudkan memperkuat posisi Cirebon sebagai kota budaya sekaligus memperluas akses wisatawan ke situs-situs kebudayaan.

Effendi menutup sambutan dengan mengutip filosofi kota, “Mayungi Lan Nyumponi”, yang diambil sebagai tema perayaan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon.

Filosofi itu, menurutnya, menggambarkan komitmen pemerintah kota untuk melindungi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadikan Cirebon bukan sekadar tempat singgah tetapi destinasi berkarakter. (Ramadhan)