Perayaan Tri Suci Waisak 2025 di Candi Borobudur, Api Dharma Mrapen Dinyalakan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Grobogan – Rangkaian acara inti Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE tahun 2025 akan dipusatkan di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Sebelum tiba di lokasi utama, prosesi dimulai pagi tadi dengan pengambilan Api Dharma dari Sumber Api Alam Mrapen, Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Grobogan.

Sekitar pukul 12.00 WIB, para bhikkhu Sangha bersama perwakilan berbagai majelis umat Buddha, pejabat Kementerian Agama, unsur TNI‑Polri, serta instansi pemerintah daerah setempat berkumpul untuk menyalakan obor suci.

Prosesi diawali dengan penyalaan lilin panca warna dan pembacaan paritta suci oleh perwakilan Majelis Sangha Theravada Dhamayut Indonesia, Majelis Buddhayana Mahayana Indonesia, MBMI, Palpung, ZFZ Kasogatan, dan Martrisia.

Bhante Subhacaro, perwakilan Bhikku Sangha, menegaskan bahwa Api Dharma Mrapen menjadi simbol kebangkitan dan pencerahan.

“Api ini mengingatkan kita untuk mengikis keserakahan, kebodohan, dan kebencian. Dengan demikian, kita diharapkan mampu membangkitkan jiwa‑jiwa baik, menumbuhkan cinta kasih, serta mewujudkan perdamaian dunia,” ujarnya, Minggu (11/5)

Menurut Bhante Subhacaro, pengendalian diri yang tumbuh dari makna api suci menjadi kunci lahirnya harmoni di antara sesama makhluk.

Setelah prosesi di Mrapen, Api Dharma diarak menuju Candi Mendut. Di sana, para Bhikkhu Sangha bersama rohaniawan dari berbagai majelis melakukan pembacaan paritta suci sebelum obor suci diteruskan ke Candi Borobudur.

Perjalanan sejauh 4 jam itu disambut hangat oleh Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Nyoman Suriadarma, Wakil Panitia Waisak Nasional Karuna Murdaya, dan tokoh agama setempat.

Dengan tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Wujudkan Perdamaian Dunia,” panitia berharap semangat Api Dharma dapat memacu umat Buddha dalam menjalani kehidupan yang penuh kedamaian dan kebijaksanaan. (AHK)