Satujuang, Jakarta – Seorang pemulung jadi korban begal saat hendak menyetorkan uang untuk keluarganya di kampung.
Kejadian tersebut terjadi pada pukul 05.30 WIB, 31 Desember 2024, saat hendak menjual barang bekas di Jalan KH Moh Mansyur, Krendang, Tambora, Jakarta Barat.
Menurut keterangan Kapolsek Tambora, Kompol Kukuh Islami, yang di dampingi Kanit Reskrim Iptu Sudrajat Djumantara, Korban berinisial NI yang berprofesi sebagai pemulung di begal oleh ketiga pelaku saat sedang menuju lokasi penampungan barang rongsok di dekat Pasar Mitra, Jembatan Lima Jakarta Barat.
“Kami mendapatkan laporan bahwa 3 pelaku dengan sengaja menghalangi korban, yang berniat menyetorkan dana sebesar Rp2,5 juta untuk keluarganya, sehingga terjadi pembegalan terhadap korban,” ujar Kukuh dalam konferensi pers, Kamis (27/2/25).
Ketiga pelaku berinisial RM (27), AS (25), dan ERA (24) berhasil di amankan di wilayah Jakarta Barat. Penangkapan pertama di lakukan di kawasan Tambora.
Penangkapan kedua tersangka lainnya di tangkap di tempat persembunyian di Kecamatan Tamansari dan Tambora pada 19 Februari 2025.
Menurut keterangan yang di dapat, pelaku ERA mengacungkan senjata tajam berupa celurit kepada korban sambil menuntut penyerahan ponsel dan sejumlah uang tunai.
Meski korban sempat berusaha mempertahankan barang miliknya, ia akhirnya terjatuh setelah 2 kali terkena serangan senjata tajam di bagian punggung.
“Tersangka AS merampas ponsel korban, sedangkan tersangka ERA mengambil uang tunai yang akan di setorkan ke kampung sebagai dukungan bagi keluarga korban yang berada jauh dari rumah,” tambah Kukuh.
Korban kemudian di larikan ke rumah sakit dengan luka di bagian punggung akibat serangan tersebut.
Polisi pun segera melakukan olah TKP dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti, yang mengarah pada penangkapan para pelaku.
Kanit Reskrim Iptu Sudrajat Djumantara mengungkapkan hasil interogasi bahwa uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk membeli narkoba, obat-obatan, serta untuk judi online.
“Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap modus operandi dan tujuan sebenarnya dari aksi perampokan ini,” pungkasnya. (AHK)






