Satujuang, Bengkulu– Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (Pemkab BU) memastikan akan segera mengirim pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tambahan ke Pulau Enggano.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata SE, Rabu (2/7/25).
“Perhatian utama kita yang pertama tentu soal logistik, yang kedua bagaimana stok BBM tersedia dengan baik, dan yang ketiga kami minta alur di Pelabuhan Pulau Baai segera diselesaikan,” ujar Bupati Arie kepada wartawan.
Arie menegaskan, ketiga persoalan utama ini hanya bisa diselesaikan bila seluruh pihak baik pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten bekerja sama secara serius dan terpadu.
Ia juga menyebut sudah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di Pulau Enggano.
“Penanganan jangka cepatnya, kami sudah koordinasi dengan pihak Pertamina. Insyaallah dalam waktu dekat ini kami akan kirim lagi minyak ke Pulau Enggano,” tegasnya.
Tak hanya itu, Arie juga mengungkapkan bahwa pada Kamis (3/7), Komisi V dan VI DPR RI dijadwalkan turun ke Bengkulu untuk meninjau langsung kondisi di Enggano.
Termasuk melihat progres pengerukan alur pelabuhan yang selama ini menjadi penghambat utama distribusi logistik dan hasil bumi.
Menurut Arie, dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025, semestinya tidak ada lagi alasan untuk memperlambat penanganan Pulau Enggano. Semua sektor harus bergerak cepat agar krisis ekonomi tidak berlarut-larut.
“Kalau berlarut-larut ya susah. Dengan adanya Inpres ini semua harus gerak cepat. Ekonomi Enggano bisa pulih kalau pelabuhan selesai,” kata Arie.
Arie juga menekankan pentingnya ketersediaan logistik dan pangan di Pulau Enggano untuk menjaga kesehatan masyarakat selama krisis terjadi.
Menurutnya, pengiriman kapal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menjadi langkah awal yang baik, namun perlu didukung upaya lainnya.
“Yang paling penting adalah kesehatan masyarakat terjaga. Logistik harus tersedia. Kalau soal hasil bumi, harap maklum karena APBD tidak bisa menjangkau perorangan. Karena hasil bumi itu kan perorangan, jadi mesti menunggu pengerukan pelabuhan selesai,” jelasnya.
Dengan peran aktif banyak pihak, Arie berharap keterisolasian Enggano bisa segera diakhiri. Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan, melainkan fokus pada kerja nyata dan kolaborasi lintas instansi. (Red)







