Satujuang, Jakarta – Kondisi Pasar Patra yang berlokasi di Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, semakin memprihatinkan.
Lantai pasar yang becek dan licin kerap menjadi penyebab pengunjung maupun pedagang terpeleset, terlebih saat hujan turun yang sering menyebabkan genangan air hingga banjir di beberapa titik.
Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bukan hal baru.
“Sudah puluhan tahun begini, belum pernah ada perbaikan yang serius dari pengelola padahal tiap hari dan tiap bulannya kita bayar iuran,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Jumat (16/5/25).
Pasar Patra memang bukan pasar yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pasar ini dikelola secara perorangan, yang disebut warga kurang memiliki perhatian terhadap fasilitas umum, khususnya pelataran parkir, saluran air dan kondisi lantai yang menjadi keluhan utama.
Seorang pengunjung, ibu rumah tangga bernama Rina (43), juga menyampaikan keluhannya. Ia mengaku enggan berbelanja ke pasar tersebut kecuali terpaksa.
“Becek, kotor, dan tidak nyaman. Jauh beda dengan pasar-pasar lain yang lebih tertata dan bersih,” tuturnya.
Warga dan para pedagang berharap agar pengelola maupun pemerintah setempat turun tangan untuk melakukan pembenahan, demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (AT)







Seharusnya pengelola itu mempunyai pemikiran “Jika pasar itu bersih dan nyaman nanti ujung-ujungnya pengelola juga yang seneng karena banyak orang pada dateng buat belanja, nah kalau pasar becek begini lama-lama orang juga malas ke pasar patra. Akhirnya pasar jadi sepi pembeli. Coba deh dipikir jangka panjangnya.
Jangan sampai nanti pasar diambil alih oleh pemerintah. baru nyesel dahh…
Daripada debat ga ada gunanya. Buru-buru dah pasar dibenerin biar sama-sama enak kedepannya.
Pasar preman..pengurus nya gk ada tanggung jawab dan cuma minta iuran doang
pengelola pasar preman n jagoan semua…
Smoga pengelola sadar dan mau mengelola pasar dengan baik, jangan duitnya doang dimintain
Kami para pedagang berharap pada pemerintah untuk bisa menanggapi keluh kesah kami biar kami para pedagang merasa nyaman dan terlindungi.kami udah capek di punguti biaya tiap hari tidak ada perbaikn pasar sama sekali.kalo terjadi apa”di pasar g ada yg bertanggung jawab.
Hanya pasrah pada pemerintahan. Yang adil dan berperikemanusiaan.
Karna di kelola sama preman
Karna di kelola sama preman