Hukrim  

Pasangan Gay Dalam Video Porno di Amankan Polres Banjarnegara

Polres Banjarnegara menggelar konferensi pers kasus penyimpangan seksual yang beredar viral di medsos.

Banjarnegara – Video porno berisi penyimpangan seksual yang dilakukan pasangan gay menjadi viral di jagad maya.

Video viral tersebut ditemukan oleh Tim Patroli Cyber Polres Banjarnegara saat melakukan patroli cyber di media sosial, Minggu (13/2/22).

Diketahui, Video tersebut diunggah melalui twitter dengan nama akun @guajuliant pada Jumat (28/01) pukul 12.02 Wib.

Dalam video menampilkan cuplikan sepasang gay yang berdurasi 38 detik dengan narasi ‘Nyulik’ brondong pulang sekolah dulu buat melampiaskan kesangean fullnya join telegram ya not for free.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengungkapkan, unggahan video tersebut dibagi menjadi beberapa part (bagian) yaitu dari part 1 sampai dengan part 7.

Baca Juga :  Gelapkan 188 Tabung Gas 3 Kg Polisi Buru Karyawan Agen Pertamina

“Unggahan itu dibagi menjadi beberapa part dan disebarkan melalui media sosial twitter,” ungkap Kapolres, Senin (14/2).

Atas Video Viral tersebut, petugas Polres Banjarnegara langsung melakukan penyelidikan dan didapatkan bahwa salah satu pelaku menggunakan seragam sekolah salah satu SMK di Kabupaten Banjarnegara.

Namun ketika di konfirmasi ke SMK yang bersangkutan, pihak sekolah mengaku tidak mengenal pelaku yang ada di dalam video tersebut.

Usut punya usut pelaku diketahui merupakan siswa di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Banjarnegara dan sengaja menggunakan pakaian seragam SMK.

Setelah diinterogasi petugas, pelaku Verdi mengaku bahwa yang ada di dalam video tersebut adalah dirinya.

Baca Juga :  Miliki Sabu, Warga Sidomulyo Diamankan Polda Bengkulu

Sedangkan yang merekam adalah lawan mainnya yang bernama Julianto, warga Kabupaten Banjarnegara.

Video tersebut dilakukan diatas sepeda motor di tengah persawahan.

“Setelah diinterogasi oleh petugas kedua tersangka mengaku bahwa yang ada dalam video viral tersebut adalah dirinya,” tutur Kapolres.

Kepada petugas, tersangka mengaku menjual video sejak bulan Januari 2022, namun membuat video sejak Bulan Nopember 2021.

Kapolres mengatakan, tersangka tidak mengetahui jumlah omzet penjualan videonya, namun harga per member Rp 150.000,-.

“Salah satu hasil dari penjualan video itu dipergunakan untuk membeli 1 (satu) unit SPM Honda Vario seharga 10 juta,” terang Kapolres.

Baca Juga :  Langkah Polda Jateng Antisipasi Omicron Masuk Jawa Tengah

Kapolres mengatakan, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan atau Pasal 34 Jo Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)

Serta pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (had)