Jakarta- Tidak semua orang terbuka dalam menghadapi masalah, sebagian memilih menutup diri dan menghindari berbicara dengan orang terdekat.
Studi terbaru yang diterbitkan dalam American Sociological Review (Juli 2024) mengungkapkan bahwa banyak individu sengaja menghindari berbicara tentang isu sensitif, bahkan dengan orang-orang terdekat mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh sosiolog Mario L. Small, Kristina Brant, dan Maleah Fekete ini melibatkan 1.000 orang dewasa di AS.
Hasilnya menunjukkan bahwa 38% responden menghindari berbicara tentang isu-isu sensitif dengan orang terdekat mereka, sementara 37% lainnya menghindari pembicaraan itu sama sekali.
Lebih dari separuh orang terdekat dalam kehidupan peserta (58%) pernah dihindari setidaknya sekali, dan satu dari tiga dihindari berulang kali.
Menariknya, laki-laki lebih cenderung menghindari diskusi mengenai masalah pribadi, meskipun perempuan juga memiliki tingkat penghindaran yang tinggi.
Faktor seperti pendapatan dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan ini.
Penghindaran ini terjadi baik terhadap teman, pasangan, saudara, maupun orang lain dalam kehidupan seseorang.
Beberapa topik yang paling sering dihindari adalah hubungan intim, konflik dengan pasangan atau mantan, masalah kesehatan fisik atau mental teman, perasaan kesepian, serta politik.
Orang cenderung menutup diri karena merasa topik tersebut bersifat memalukan atau berisiko menimbulkan stigma.
Selain itu, penghindaran juga dapat menjadi cara untuk mempertahankan individualitas. Para ilmuwan menyatakan, “Karena hanya apa yang disembunyikan yang benar-benar milik kita.”
Studi ini menunjukkan bahwa menutup diri saat menghadapi masalah bukan sekadar pilihan pribadi, tetapi fenomena sosial yang umum terjadi.(Red/detik)






