Kepala Desa Kaliwlingi Brebes Didemo Ribuan Warga: Diduga Terlibat Praktik Pungli

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang, Brebes – Ribuan warga Desa Kaliwlingi melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Brebes, tepatnya di kompleks Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) di Jalan Proklamasi, Rabu (9/4/25).

Demonstrasi ini merupakan bentuk tekanan publik agar Kepala Desa Kaliwlingi, Suratno, segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut koordinator aksi, Siregar, gerakan massa yang di gelar oleh warga ini di sebabkan oleh kekecewaan mendalam terhadap kinerja Kepala Desa yang di anggap gagal menggerakkan pembangunan dan di duga terlibat dalam penyalahgunaan dana desa.

“Setelah enam tahun berkuasa, Kades Suratno di duga terlibat dalam praktik pungutan liar, ketidakmampuan merealisasikan program pembangunan, serta membiarkan kasus pelanggaran moral di lingkup perangkat desa,” ungkap Siregar.

Dalam perspektif kinerja, warga mengaku bahwa selama masa kepemimpinannya, dana desa tidak sepenuhnya di manfaatkan untuk pembangunan yang signifikan di Desa Kaliwlingi.

Demonstrasi yang berlangsung secara damai sejak pagi itu di tandai dengan penggunaan atribut kreatif, yakni replika tikus raksasa yang membawa koper berisi “uang rakyat”.

Simbol tersebut di percaya mewakili tuduhan atas praktik korupsi yang terjadi di desa.

Aksi unjuk rasa menyusuri Jalur Pantura Brebes dalam bentuk konvoi yang di mulai dari kantor desa menuju Kantor Bupati Brebes.

Namun, pertemuan yang di lakukan sebelum waktu Dzuhur tersebut tidak menghasilkan solusi yang memuaskan.

Menurut Siregar, penjelasan yang di berikan oleh pihak Pemkab Brebes terkait pemberhentian kepala desa menyatakan bahwa wewenang tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan mereka.

Pernyataan tersebut justru menambah kekecewaan warga, sehingga aksi orasi kembali di lanjutkan dengan semakin semangat, termasuk partisipasi aktif dari kalangan ibu-ibu setempat.

Warga menyatakan keseriusan mereka untuk tetap berada di lokasi hingga tuntutan tertuang secara utuh.

Dalam audien selanjutnya yang di hadiri langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, terdapat dua tuntutan utama yang disampaikan oleh warga:

1. Kepala Desa Kaliwlingi harus segera mengundurkan diri karena di nilai gagal dan meninggalkan banyak persoalan tanpa solusi nyata.

2. Aparat penegak hukum di minta melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan praktik korupsi yang melibatkan kepala desa.

Bupati Brebes menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Besok, dari tim Pemkab Brebes, pihak Kapolres dan Kejaksaan akan langsung turun ke Desa Kaliwlingi untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi lapangan,” ujar beliau.

Di sisi lain, Kapolres Brebes, AKBP Achmad Oka Mahendra, menyatakan bahwa pihak kepolisian siap memproses tuntutan warga sesuai dengan ketentuan hukum.

“Jika terbukti ada pelanggaran, maka pelaku akan di proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Setelah menggelar aksi dan melakukan audien dengan pihak terkait, ribuan warga Desa Kaliwlingi meninggalkan area KPT Brebes dengan tertib, menandai berakhirnya demonstrasi. (Hera)