Habiskan Milliaran Rupiah, Stadion Mini Ini Tak Terawat

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Bengkulu – Sungguh disayangkan, Stadion Mini yang digadang-gadangkan menjadi salah satu fasilitas olahraga di Bengkulu ini tampak tak terawat.

Pantauan langsung Satujuang.com, di hamparan tanah yang luas itu, tampak jelas rumput sudah menebal dan meninggi bahkan diperkirakan sudah sepinggang orang dewasa.

Karena pagar terkunci rapat, membuat pewarta tidak bisa masuk ke area lapangan untuk melihat lebih dekat lagi kondisi lapangan, yang rumputnya tidak tumbuh rata itu.

Lapangan yang status hukum tanahnya masih simpang siur ini sempat ramai diberitakan, saat pembangunannya selesai pada Desember 2022 lalu, karena diduga ada indikasi kerugian negara.

Rumput yang ditanam pihak kontraktor, CV.Lima Penjuru, diduga tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Selain itu terlihat banyak rumput yang hanya sekadar diletakkan di atas tanah tanpa penanganan khusus.

Jenis rumputnya pun berbeda-beda, sebagian rumput di Lapangan diduga kuat merupakan rumput lama dan tidak diganti oleh pihak kontraktor.

Saat itu, pengawas pembangunan yang dimintai keterangan mengaku bahwa, rumput lapangan mereka ganti total.

“Rumput nya persis kayak yang lama, dan nota pembelian nya ada, kami udah diperiksa juga,” tuturnya pengawas tersebut, Kamis (29/12/22) lalu saat di sodorkan foto rumput yang tidak diganti oleh mereka.

Ternyata, keterangan sang pengawas berbeda dengan sang Direktur, yang mengaku volume penanaman rumput tidak menyeluruh.

Keterangan tersebut didapatkan oleh Majelis Pimpinan Nasional Ormas Maju Bersama Bengkulu (MBB) setelah melayangkan surat ke CV.Lima Penjuru pada Senin (13/2/23).

Surat Ormas MBB tersebut menyebutkan, ada temuan anggota dan pengurusnya terhadap kegiatan pekerjaan Pembangunan Stadion Mini di lokasi pembangunan.

Disebutkan, dari hasil pengamatan tim mereka, Perusahan CV.Lima Penjuru diduga mengerjakan tidak sesuai dengan standar yang ada pada pekerjaan pembangunan yang menggunakan dana APBD Provinsi Bengkulu sebesar Rp.1.168.331.013 tersebut.

Dikabarkan, pihak ormas bahkan meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak lanjutinya. Supaya dapat mengembalikan dugaan kerugian negara tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan dari laporan tersebut. Baik dari pihak Ormas maupun dari pihak APH.

Pada 22 Februari 2023, pihak kontraktor sempat terlihat sedang mengganti beberapa rumput dengan yang baru oleh warga setempat

“Ada 3 orang pekerja dan 1 orang sepertinya pengawas,” terang Dayat, pemuda warga sekitar lapangan, Selasa (4/4/23) saat memberikan keterangan kepada Satujuang.com.

Saat itu kata Dayat, ada 3 orang laki-laki menggunakan mobil jenis pick up masuk ke area lapangan membawa potongan rumput yang cukup banyak.

Kemudian, ada seorang pria yang diduga merupakan direktur perusahaan CV.Lima Penjuru menggunakan motor juga masuk ke Lapangan dan terlihat seperti mengawasi pekerjaan.

“Sejak saat itu, lapangan ini dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pembangunan Stadion Mini di Bengkulu ini merupakan salah satu dari 18 prioritas gubernur dan wakil gubernur Bengkulu.

Pembangunan Stadion Mini ini, dilakukan di beberapa daerah di Provinsi Bengkulu. Namun sayangnya, dalam pembangunan ini diduga ada indikasi merugikan negara. (Red)

Komentar