Dana Kompensasi yang Disunat Oknum Akhirnya Dikembalikan ke Sopir Angkot Bogor

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bogor – Terkait isu pemotongan dana kompensasi yang disalurkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, Emen Hidayat memberikan klarifikasi.

Klarifikasi ini disampaikan setelah Emen dipanggil oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk membuat surat pernyataan resmi.

“Nama saya Emen. Saya hadir di sini untuk meluruskan isu mengenai dana kompensasi yang diberikan oleh Gubernur Dedi Mulyadi.” kata Emen dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (4/4/25).

Ia mengatakan bahwa pihak Dishub dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bogor tidak terlibat dalam mekanisme penyaluran dana kompensasi tersebut.

Menurut Emen, kehadiran Dishub dan Organda hanya sebatas pendampingan di lokasi penyaluran uang kompensasi kepada sopir angkot di Puncak.

Mengenai isu pemotongan dana, ia menjelaskan bahwa program penyaluran dana tersebut telah menjangkau 430 unit angkot di Cisarua, di mana terdapat beberapa sopir yang mengalami pemotongan dan yang lainnya tidak.

Lebih lanjut, Emen mengonfirmasi bahwa permasalahan tersebut telah terselesaikan dan Uang kompensasi yang sempat dipotong/disunat senilai belasan juta rupiah telah dikembalikan kepada para sopir.

“Segala persoalan telah clear, dan pembicaraan dengan Gubernur hanya berupa klarifikasi. Dengan ini saya menyatakan bahwa semua permasalahan telah tuntas,” ujarnya.

“Demikian surat ini dibuat dan ditandatangani tanpa adanya paksaan. Saya memohon maaf kepada Organda dan Dishub Kabupaten Bogor atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tambah Eman di akhir surat pernyataannya.

Diketahui sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkapkan kekesalannya mendengar kabar bahwa dana kompensasi yang diberikan untuk sopir angkot di Kabupaten Bogor dipotong alias disunat oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub), Organda, dan KKSU – Berita Selengkapnya: disini

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat yang angkrab disapa kang Dedi ini menyatakan komitmennya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Saya akan proses hukum dan minta bantuan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku,” tegas Dedi Mulyadi.