Banyak Jalan Rusak, Paguyuban Kades Losari Desak Pemkab Brebes Perbaiki

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Brebes – Separuh dari jumlah jalan lingkungan Primer di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes kondisinya rusak.

Padahal sebagian besar jalan tersebut merupakan akses penghubung interaksi 22 desa yang ada di Kecamatan Losari.

Seperti di beberapa titik ruas jalan lingkungan primer dan skunder di 10 Desa rusak karena posisi saluran air lebih tinggi dari badan jalan dan tidak berfungsinya saluran air.

Disinyalir saluran air tersebut tertimbun material tanah dan lumpur, sehingga menimbulkan genangan air saat hujan turun yang membahayakan pengguna jalan.

Untung Surodi Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Losari meminta Pemerintah Kabupaten Brebes memperhatikan kondisi jalan yang rusak di Kecamatan Losari.

“Khususnya kami minta perhatian dari pihak dan instansi yang mempunyai wewenang dalam pemeliharaan insfrastuktur jalan,” tandas Untung, Senin (28/2/23).

Untung menceritakan, 10 Kepala Desa sering mengeluh kepada dirinya terkait kondisi jalan di desanya masing-masing.

Diantaranya Desa Losari Lor, Pangabean, Limbangan, Karangdempel, Kecipir, Pekauman, Kalibuntu, Blubuk, Kedungneng dan Karangsambung.

“Mereka sering sharing dengan saya karena posisi saya sebagai ketua paguyuban. Mereka mengeluh ruas jalan di wilayahnya sampai saat ini belum ada perbaikan lagi,” ungkap Untung.

Untung mengatakan perbaikan jalan dengan pengaspalan oleh Dinas PUPR sebelumnya pernah dilakukan tetapi rusak kembali.

Saat itu warga setempat swadaya melakukan pengurugan dengan menggunakan material berupa aspal dari sisa pengerukan jalan.

“Tetapi tidak bisa bertahan lama karena posisi saluran air lebih tinggi dan air tetap kembali menggenangi badan jalan,” imbuhnya.

Ruas jalan yang rusak ini adalah jalan yang belum pernah dilakukan pengerasan pengecoran.

Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Losari juga sebelumnya juga melaksanakan audensi terkait permasalahan jalan yang rusak dengan PJ Bupati beserta Kepala Dinas PUPR Sutaryono di kantor Kecamatan Losari.

“Kami memahami dengan minimnya anggaran untuk pemeliharaan jalan, tapi kami minta agar wilayah kami  diprioritaskan dalam rencana anggaran tahun depan,” pungkas Untung. (red/ags)