Karimun – Gedung Mangkrak Karimun Exhibition and Convention Centre (KECC) di kawasan Coastal Area sejak 2014 silam akan kembali dibangun.
Tidak tanggung-tanggung, Pemda Karimun akan menggelontorkan biaya hingga Rp 18 Miliar untuk menyulap gedung “bermasalah” tersebut menjadi mall pelayanan publik.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, nantinya gedung ini akan mempermudah masyarakat dalam pelayanan administrasi, terutama jalannya investasi di Karimun.
“Kita menganggarkan Rp 18 miliar untuk renovasinya,” ujar Aunur Rafiq dikutip dari aurarakyat.com saat meresmikan gedung KECC, Minggu (16/10/22) lalu.
Tidak itu saja, didepan wakil ketua DPR RI, Aunur Rafiq juga memamerkan sejumlah proyek fisik yang nilainya juga miliaran rupiah.
Seperti gedung Satpol PP dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total anggaran Rp 7 miliar rupiah.
Lalu, pembangunan salah satu icon baru di Karimun yaitu Gerbang Daun Sirih dan Anjungan senilai Rp 5 miliar.
“Sejumlah proyek strategis itu saat ini sedang digesa pembangunannya,” ujarnya di hadapan Racmat Gobel yang hadir dalam peresmian itu.
Mendengar pemaparan orang nomor satu di Karimun, Politisi Senayan itupun menaruh harapan besar perkembangan Karimun ke depan jika terkelola dengan baik.
“Dengan perkembangan pembangunan saat ini, Karimun berpotensi menjadi kota Batam dikemudian hari. Tentunya tetap harus didukung antar dari provinsi hingga ke pusat dan sinergitas antar daerah,” ucap Racmat Gobel menanggapi Bupati.
Terpisah, Daeng M Ilham, Ketua Front Pemuda Bugis Karimun meminta agar pemerintah daerah tidak hanya fokus dalam proyek fisik.
Selain gedung, Pemda harusnya juga mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat dan pendidikan serta peluang pekerjaan bagi penduduk tempatan.
Ia menilai, tiga hal tersebut masih berbanding terbalik dengan realita di tengah masyarakat. Walaupun pembangunan fisik tentunya menjadi pemacu pembangunan.
Namun, harap Ilham, alangkah lebih bijak lagi, Pemda memprioritaskan pelayanan kesehatan, pendidikan gratis bagi warga tidak mampu, serta menyediakan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk masyarakat.
“Jika hanya memamerkan pembangunan fisik tanpa didukung SDM warga, maka perlahan masyarakat setempat akan tersisih secara kualitas, kesehatan dan pendidikan,” ujarnya Senin (17/10/22).
(Boy/Esp)











